Kumpulan Berita
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta masyarakat dan pelaku pasar untuk melihat pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) secara utuh berdasarkan konteks historis.
Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede mengkritik opini sejumlah influencer dan pengamat saham di media sosial yang menyebut kejatuhan nilai tukar Rupiah membawa dampak positif bagi perekonomian nasional. Narasi yang mengklaim pelemahan kurs otomatis menguntungkan kinerja ekspor tersebut dinilai sebagai pandangan yang keliru karena abai terhadap potret riil struktur industri domestik.
Nilai tukar Rupiah diproyeksikan masih akan tertahan di kisaran level Rp17.000 per Dolar Amerika Serikat (AS) dalam jangka pendek. Ketidakpastian sentimen, baik yang bersumber dari dinamika global maupun gejolak domestik, disinyalir menjadi faktor penahan apresiasi mata uang Garuda untuk kembali ke level normalnya.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup turun 13,5 poin atau sekitar 0,08 persen ke level Rp17.667 per dolar AS pada akhir perdagangan Kamis (21/5/2026).
PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan ketersediaan pasokan bahan baku produksi pupuk asal impor tetap terpenuhi hingga akhir 2026.
Apa yang terjadi jika rupiah sampai tembus Rp 20.000 per Dolar? Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup 52 poin atau sekitar 0,29 persen ke level Rp17.653 per dolar AS pada akhir perdagangan Rabu (20/5/2026).
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup 52 poin atau sekitar 0,29 persen ke level Rp17.653 per dolar AS pada akhir perdagangan Rabu (20/5/2026).
Presiden Prabowo Subianto mencanangkan mata uang Garuda bergerak di level Rp16.800 hingga Rp17.500 per Dolar Amerika Serikat (AS) pada dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2027. Seluruh asumsi yang tertuang dalam dokumen KEM-PPKF ini nantinya akan beroperasi sebagai cetak biru resmi dalam penyusunan RAPBN 2027.