Kumpulan Berita
Solikin M. Juhro memaparkan pandangan komprehensif mengenai pengelolaan nilai tukar rupiah dalam sesi tanya jawab uji kelayakan dan kepatutan
BI memasifkan kebijakan penggunaan mata uang asing selain dolar Amerika Serikat (USD). Kebijakan ini sebagai alternatif menstabilkan nilai Rupiah terhadap dolar.
Mensesneg Prasetyo Hadi menekankan bahwa strategi utama pemerintah untuk menjaga dan memperkuat nilai tukar Rupiah adalah dengan memastikan fundamental ekonomi nasional tetap kuat.
Pelemahan nilai tukar dipengaruhi oleh aliran keluar modal asing akibat meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.
Bank Indonesia memastikan cadangan devisa negara masih cukup untuk menstabilkan nilai tukar ke depan.
Depresiasi mata uang Garuda masih wajar secara persentase dan belum berdampak signifikan terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 68 poin atau 0,40 persen ke level Rp16.955 per USD.
Mata uang Rupiah diprediksi akan menghadapi tekanan pada pekan depan, dengan potensi pelemahan Rp17.100 per USD.