Kumpulan Berita
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam sepekan 6-10 Juli 2026 berakhir melemah 0,39 persen dan menyentuh level Rp18.000-an. Hal ini dipengaruhi sentimen global dan domestik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta masyarakat dan pelaku pasar untuk melihat pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) secara utuh berdasarkan konteks historis.
Strategi de-dolarisasi dinilai efektif dalam meredam dampak rambatan ketidakpastian ekonomi global serta menekan ketergantungan berlebih terhadap mata uang Dolar
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Luhut Binsar Pandjaitan memanggil Ketua OJK (Otoritas Jasa Keuangan) beserta Anggota Dewan Komisioner untuk berdiskusi terkait pelemahan rupiah terhadap dolar.
Nilai tukar Rupiah terus mengalami tekanan di tengah menguatnya indeks Dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data pasar Non-Deliverable Forward (NDF) posisi Rupiah tercatat melemah ke level Rp17.527 per dolar AS pada hari ini, Kamis (14/5/2026).
Bank Indonesia (BI) memberikan respons terkait meningkatnya tekanan terhadap nilai tukar Rupiah yang menembus Rp17.500 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akhirnya ditutup naik 36 poin atau sekitar 0,21 persen ke level Rp17.387 per dolar AS pada akhir perdagangan Rabu (6/5/2026).
Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah pada posisi Rp17.401 per dolar AS di awal perdagangan Selasa (5/5/2026).