Kumpulan Berita
Polisi mengungkap sosok pria berinisial DS sebagai pemilik satu pucuk senjata api (senpi) jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 gauge, yang ditemukan di yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Kliennya sama sekali tidak mengetahui keberadaan senjata, narkoba dan CD porno tersebut. Pasalnya, kata dia, barang bukti itu tersimpan sejak sekolah dipimpin oleh pengurus yayasan yang lama.
Sebagai informasi, sebanyak 995 senjata beserta amunisi ditemukan tersimpan rapi di sebuah ruangan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, pada Jumat (10/7/2026) lalu.
Dia meminta penyidik tidak berhenti pada penyitaan barang bukti, tetapi juga menelusuri asal-usul seluruh senjata api dan narkotika tersebut, termasuk yang terlibat dalam penyimpanan maupun kepemilikannya.
Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Islam Harapan Ibu, Pondok Pinang, Jakarta Selatan berjalan normal, meski sebelumnya ditemukan ratusan senjata api, amunisi, narkotika, hingga VCD pornografi di salah satu ruangan sekolah.
Hermawanto mengatakan, pihaknya tak mengetahui asal-usul ratusan senjata tersebut. Apalagi, kata dia, kliennya baru masuk dan menjabat di sekolah tersebut.
Anggota Komisi III DPR RI, Soedeson Tandra meminta kepolisian mengusut tuntas temuan 995 senjata api (senpi), amunisi, dan narkotika di sebuah ruangan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Menurutnya, penyimpanan senjata api tersebut diduga telah melanggar Undang-Undang Darurat.
Penemuan ratusan senjata api dan airsoft gun di sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, masih menjadi perhatian publik. Polisi kini menyelidiki temuan tersebut, sementara pihak yayasan dan pihak yang dikaitkan dengan kepemilikan senjata menyampaikan keterangan yang berbeda.