Kumpulan Berita
Polda Metro Jaya menyebut penyidik telah mengantongi dokumen izin impor 995 senjata angin, yang ditemukan di sebuah sekolah di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Polisi mengungkap sosok pria berinisial DS sebagai pemilik satu pucuk senjata api (senpi) jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 gauge, yang ditemukan di yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Kliennya sama sekali tidak mengetahui keberadaan senjata, narkoba dan CD porno tersebut. Pasalnya, kata dia, barang bukti itu tersimpan sejak sekolah dipimpin oleh pengurus yayasan yang lama.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung buka suara terkait temuan ratusan senjata, amunisi, narkotika, hingga CD porno di sebuah yayasan sekolah swasta di Jakarta Selatan. Menurutnya, temuan tersebut merupakan pelanggaran serius yang tidak boleh terjadi di lingkungan pendidikan.
Dia meminta penyidik tidak berhenti pada penyitaan barang bukti, tetapi juga menelusuri asal-usul seluruh senjata api dan narkotika tersebut, termasuk yang terlibat dalam penyimpanan maupun kepemilikannya.
Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Islam Harapan Ibu, Pondok Pinang, Jakarta Selatan berjalan normal, meski sebelumnya ditemukan ratusan senjata api, amunisi, narkotika, hingga VCD pornografi di salah satu ruangan sekolah.
Kuasa hukum yayasan sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Hermawanto, mengungkap adanya sebuah bunker yang masih terkunci di dekat ruangan tempat ditemukannya ratusan senjata api, narkotika, dan VCD pornografi.
Anggota Komisi III DPR RI, Soedeson Tandra meminta kepolisian mengusut tuntas temuan 995 senjata api (senpi), amunisi, dan narkotika di sebuah ruangan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Menurutnya, penyimpanan senjata api tersebut diduga telah melanggar Undang-Undang Darurat.