Kumpulan Berita
Wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional untuk mendiang Presiden ke-2 RI, Soeharto, menuai kecaman dan penolakan dari berbagai kalangan.
Bahlil menyampaikan pihaknya mendukung penuh penobatan Soeharto sebagai pahlawan nasional.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengaku sempat berdiskusi dengan kelompok masyarakat yang menolak Presiden ke-2 RI Soeharto, mendapatkan gelar pahlawan nasional.
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mengenang masa kelam saat keluarganya berjuang agar sang ayah, Presiden pertama RI Soekarno, dapat dimakamkan secara layak setelah wafat pada 1970.
Bestari menambahkan, bangsa ini harus belajar menilai masa lalu secara proporsional, bukan dengan dendam politik.
Istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menerima daftar 40 nama tokoh yang diusulkan untuk mendapat gelar Pahlawan Nasional. Saat ini, kata Prasetyo, Prabowo tengah mempelajari seluruh usulan sebelum mengambil keputusan akhir.
Usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto, perlu diverifikasi dan dikaji secara mendalam sebelum diambil keputusan.
Aktivis 98, Ubedilah Badrun, menilai Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto, tidak layak diberikan gelar sebagai pahlawan nasional. Menurutnya, Soeharto bahkan tidak memenuhi kriteria yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.