Kumpulan Berita
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan membujuk ulang badan usaha SPBU swasta untuk membeli base fuel yang telah dikirim oleh PT Pertamina Patra Niaga. Langkah ini diambil untuk menutup kekurangan pasokan BBM yang terjadi di SPBU swasta.
Pertamina menanggapi penolakan BBM beretanol oleh Shell dan Vivo, menjelaskan bahwa pencampuran etanol lazim dilakukan secara internasional dan merupakan komitmen mengurangi emisi. Pertamina memastikan pasokan BBM tetap berjalan normal dan terbuka untuk kolaborasi dengan SPBU swasta.
Pemerintah menetapkan impor BBM satu pintu melalui Pertamina hingga akhir 2025. SPBU swasta seperti Shell, Vivo, dan BP wajib membeli BBM dari Pertamina. Kebijakan ini menimbulkan berbagai fakta dan dampak yang perlu diperhatikan.
Isu kelangkaan BBM di SPBU swasta terpantau tak terbukti di lapangan, khususnya di kawasan Kemang, Jakarta. SPBU sepi pengunjung, namun stok BBM aman. Konsumen berharap kemurnian BBM tetap terjaga jika SPBU swasta membeli dari Pertamina.
Komisi XII DPR RI dorong impor BBM untuk SPBU asing demi kompetisi sehat dan investasi. SPBU asing tak jual BBM subsidi, tak ancam Pertamina, justru beri opsi ke konsumen.
Menteri ESDM capai 4 kesepakatan dengan SPBU swasta (BP-AKR, Shell, VIVO, Exxon) untuk atasi kelangkaan BBM. Penambahan pasokan lewat Pertamina, skema joint surveyor, transparansi harga, dan implementasi cepat jadi kunci.
Presiden Prabowo Subianto instruksikan Pertamina jaga harga BBM stabil meski SPBU swasta beli dari mereka. Pertamina jamin keterbukaan bisnis, tak cari untung, dan jaga kualitas BBM.
Pemerintah akan menghitung ulang pangsa pasar SPBU swasta terkait kelangkaan BBM. Menteri Bahlil menekankan industri strategis seperti BBM harus dikuasai negara. SPBU swasta sepakat beli base fuel dari Pertamina untuk atasi kekurangan.