Kumpulan Berita
Harga Bitcoin (BTC) pada Kamis (29/1) kembali mengalami pelemahan di bawah USD90.000 setelah Federal Reserve memutuskan untuk menahan suku bunga acuan.
Investor bersiap menghadapi serangkaian data ekonomi penting pada pekan ini.
Dari sentimen domestik, Presiden Prabowo Subianto memiliki harapan terkait pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
Secara historis, indeks S&P 500 menguat 2,3% month-to-month pada akhir Oktober 2025
Pasar global dan aset kripto mengalami konsolidasi signifikan menyusul pengumuman kebijakan moneter terbaru The Federal Reserve.
Vice President Infovesta, Wawan Hendrayana memperkirakan Bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed) akan menahan penurunan suku bunga pada rapat kebijakan yang dijadwalkan 28-29 Oktober 2025.
Rupiah menunjukkan penguatan signifikan sepanjang pekan, kembali bertengger di bawah Rp16.600 per dolar AS. Inflasi terjaga dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed menjadi sentimen positif.
Nilai tukar Rupiah tertekan sepanjang pekan ini dan diprediksi akan terus melemah hingga Rp16.800 per dolar AS. Sentimen eksternal dan domestik menjadi pemicu utama pelemahan Rupiah. Analis memperkirakan Rupiah akan fluktuatif.