Kumpulan Berita
Bank Indonesia memprediksi The Fed akan menurunkan suku bunga acuan dua kali pada semester II-2025, masing-masing 25 basis poin. Penurunan ini didorong oleh tren penurunan inflasi di Amerika Serikat. BI menekankan pentingnya menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global.
Wall Street dibuka melemah karena investor mencermati laporan keuangan emiten ritel AS dan menantikan pertemuan The Fed. Sektor ritel jadi sorotan sebagai barometer daya beli konsumen. Pidato Jerome Powell ditunggu sebagai acuan suku bunga.
Pasar kripto global tertekan. Bitcoin dan altcoin turun. Investor disarankan berhati-hati, disiplin manajemen risiko, dan manfaatkan penurunan untuk akumulasi bertahap. Volatilitas tinggi membuka peluang inovasi.
Chief Economist Permata Bank Josua Pardede memproyeksikan Bank Sentral AS atau The Fed akan memangkas suku bunganya sebesar 50 basis poin (bps) di sisa akhir tahun 2025.
Dow Jones Industrial Average menguat 0,59% ke 43.845,65. S&P 500 naik 0,70% ke 6.281,5
Federal Reserve, kembali memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya pada kisaran 4,25% hingga 4,5%.
Bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve diprediksi menahan suku bunga acuan Fed Funds Rate (FFR) di level 4,25% - 4,5% pada pertemuan pekan depan.
Bursa saham AS, Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Selasa waktu setempat.