Kumpulan Berita
Muhammad Nas sempat menjadi sorotan karena menenangkan massa yang menggelar aksi unjuk rasa di Markas Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
Namun Jika persoalan belum menemui titik temu, dia akan mendukung penuh adanya peninjauan langsung ke lapangan guna memverifikasi data dan mendetailkan batas wilayah secara riil.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen Muhammad Nas buka suara terkait unggahan mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, yang mengaku dihubungi seseorang yang membawa pesan dari "lembaga berbintang".
Kegiatan masak besar yang dipusatkan di kawasan PLBN Aruk tersebut menjadi ruang temu lintas elemen masyarakat, Forkompinda dan TNI??"Polri.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen Muhammad Nas menegaskan, keterlibatan prajurit TNI dalam membantu menangani aksi kriminalitas jalanan, termasuk begal, dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus berlandaskan aturan hukum yang berlaku.
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), mengkritik proses persidangan empat anggota TNI yang menjadi terdakwa dalam kasus penyiraman terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mendatangi Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, Cakung, Jakarta Timur, pada Senin (8/6/2026) untuk menyerahkan surat agar Pengadilan Militer menghentikan sidang kasus dugaan penyiraman terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Pasalnya, mereka khawatir Pengadilan Militer memusnahkan barang bukti kasus tersebut.
Jenderal Kopassus ini menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan bukti yang menunjukkan adanya hubungan menyimpang yang dilakukan anggota TNI tersebut.