Kumpulan Berita
Bank Indonesia (BI) melaporkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai USD431,9 miliar atau setara Rp7.126,3 triliun
Pemerintah menarik utang baru Rp501,5 triliun hingga akhir September 2025.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjamin utang pemerintah Rp9.138,05 triliun per Juni 2025 masih aman karena rasionya di bawah 39% PDB. Ia meminta publik tidak menjadikannya sentimen negatif, sambil berkomitmen meningkatkan kualitas belanja agar utang digunakan secara maksimal.
Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, pengelolaan utang negara akan dilakukan secara countercyclical atau kontrasiklus, menyesuaikan dengan kondisi perekonomian.
Pemindahan dana SAL Rp200 triliun ke bank Himbara oleh Menteri Keuangan memicu perdebatan. Ekonom menyoroti potensi pengelolaan SAL yang tidak optimal dan mengkritik praktik 'berutang ugal-ugalan' di era pemerintahan sebelumnya, mempertanyakan dampaknya pada sektor riil dan pertumbuhan ekonomi.
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berencana menarik utang baru Rp781,86 triliun pada 2026.
BI mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Mei 2025 tumbuh dibandingkan April 2025 sebelumnya.
Pemerintah menarik pembiayaan utang sebesar Rp349,3 triliun per 31 Mei 2025, setara 45 persen dari target APBN sebesar Rp775,9 triliun.