Kumpulan Berita
Meningkatnya utang luar negeri (ULN) Indonesia menjadi sorotan seiring dengan kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap kesinambungan fiskal nasional.
Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai USD439,8 miliar atau setara Rp7.784,4 triliun pada April 2026.
Pemerintah telah merealisasikan penarikan utang baru senilai Rp386 triliun sepanjang lima bulan pertama tahun ini, atau hingga akhir Mei 2026.
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penarikan utang baru untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN 2026
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatatkan posisi utang pemerintah Indonesia hampir Rp10.000 triliun, tepatnya mencapai Rp9.920,42 triliun per akhir Maret 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar Rp282,52 triliun dibandingkan posisi pada Desember 2025 yang tercatat senilai Rp9.637,9 triliun.
Pengamat ekonomi menilai anggapan yang mengaitkan kenaikan utang negara yang hampir Rp10.000 triliun dengan program MBG merupakan cara berpikir fiskal yang terlalu dangkal
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pimpinan International Monetary Fund (IMF) menyodorkan pinjaman kepada pemerintah Indonesia. Tawaran utang ini disebut sebagai bantalan fiskal bagi RI guna bertahan di tengah ketidakpastian global.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal sorotan dari pemeringkat internasional S&P Global Ratings perihal utang Indonesia.