Kumpulan Berita
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatatkan posisi utang pemerintah Indonesia hampir Rp10.000 triliun, tepatnya mencapai Rp9.920,42 triliun per akhir Maret 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar Rp282,52 triliun dibandingkan posisi pada Desember 2025 yang tercatat senilai Rp9.637,9 triliun.
Pengamat ekonomi menilai anggapan yang mengaitkan kenaikan utang negara yang hampir Rp10.000 triliun dengan program MBG merupakan cara berpikir fiskal yang terlalu dangkal
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatatkan posisi utang pemerintah Indonesia hampir Rp10.000 triliun, tepatnya mencapai Rp9.920,42 triliun per akhir Maret 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal sorotan dari pemeringkat internasional S&P Global Ratings perihal utang Indonesia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pimpinan International Monetary Fund (IMF) menyodorkan pinjaman kepada pemerintah Indonesia. Tawaran utang ini disebut sebagai bantalan fiskal bagi RI guna bertahan di tengah ketidakpastian global.
Utang luar negeri (ULN) Indonesia naik lagi menjadi USD437,9 miliar atau setara Rp7.499 triliun (kurs Rp17.125 per USD) pada Februari 2026.
Bank Indonesia (BI) melaporkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Januari 2026 tetap terjaga
Angka ini setara 22,3 persen dari total target pembiayaan utang dalam APBN 2026 yang dipatok sebesar Rp832,2 triliun.