Kumpulan Berita
Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara mengenai langkah lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings yang memangkas outlook (prospek) peringkat utang Indonesia menjadi negatif.
OJK menegaskan kondisi sektor keuangan Indonesia tetap kuat dan stabil meskipun lembaga pemeringkat Fitch Ratings merevisi outlook.
Kemenkeu angkat bicara usai Fitch Ratings merevisi outlook atau prospek surat utang global jangka panjang milik Indonesia jadi negatif
Pemerintah mencatatkan realisasi pembiayaan utang sebesar Rp127,3 triliun hingga 31 Januari 2026, mencakup 15,3 persen dari total target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp832,2 triliun. Menariknya, realisasi di awal tahun ini menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
BI melaporkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia naik menjadi USD431,7 miliar atau setara Rp7.295 triliun (kurs Rp16.900 per USD) pada kuartal IV-2025.
Penyebabnya adalah aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional seiring tetap baiknya kepercayaan investor
Posisi utang pemerintah Indonesia per 31 Desember 2025 tercatat mencapai Rp9.637,90 triliun. Angka ini setara dengan 40,46 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Pemerintah menargetkan penarikan utang anyar mencapai Rp832,20 triliun untuk menambal defisit APBN 2026 sebesar Rp689,14 triliun.