Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Social Distancing, Cara Ampuh Cegah Virus Corona Menyebar

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Kamis 19 Maret 2020 16:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 19 620 2185974 social-distancing-cara-ampuh-cegah-virus-corona-menyebar-WSw8winC4o.jpg Social Distancing di Bandara Sam Ratulangi Manado (Foto: Okezone)

KORBAN virus corona COVID-19 semakin bertambah banyak. Di Jakarta sendiri, mereka yang positif Corona sudah ada 15 orang meninggal dunia.

Lewat situs resmi corona.jakarta.go.id, Kamis (19/3/2020), kasus positif Corona yang ada di Jakarta sebanyak 227 orang, dan 19 orang meninggal dunia. Sementara mereka yang dirawat ada 197, sembuh 11. Secara total, saat ini jumlah pasien virus corona mencapai 309 korban, 15 sembuh, dan 25 meninggal.

Akibatnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk menutup semua sekolah. Hal ini dilakukan untuk mengurangi penyebaran virus jorona (Covid-19) di Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, penutupan sekolah ini berlaku dua minggu, dan akan di-review pada akhir pekan kedua. Anies menyebut sebenarnya anak-anak sangat minim menjadi korban Covid-19, tapi mereka menularkan kepada orangtua.

Menurutnya, anak-anak dapat menjadi penular Covid-19 dari orang dewasa pertama ke orang dewasa lainnya. meskipun anak-anak sangat kecil kemungkinan untuk terjangkit, tapi mereka bisa menularkan Virus Corona ke orang tuanya.

Cegah Corona

Baca Juga : 4 Game yang Bisa Anda Mainkan saat Social Distancing

Alasan ini diambil, lantaran cara efektif untuk mencegah persebaran virus corona adalah social distancing. Social distancing sendiri yaitu ketika seseorang diminta untuk tidak terlalu dekat dengan orang lain, adapun jarak yang disarankan yakni hingga 2 meter.

Melansir Centers for Disease Control and Prevention, ada beberapa cara yang tetap harus diperhatikan ketika melakukan social distancing.

1. Ukur suhu tubuh dengan termometer dua kali sehari. Pastikan selama 14 hari kamu di rumah dalam keadaan sehat dan tidak demam.

2. Tetap di rumah dan hindari kontak dengan orang lain. Gunakan social media, video call, dan interaksi online lainnya.

3. Jangan pergi bekerja atau sekolah selama 14 hari.

4. Hindari menggunakan transportasi umum.

5. Hindari tempat-tempat ramai, seperti pusat perbelanjaan, cafe, bioskop, dan restoran.

6. Jaga jarak sekira 1-2 meter.

Social distancing pun sukses diterapkan di Korea Selatan, sehingga negara ini tak perlu melakukan lock down. Social distancing dinilai bisa mengurangi risiko penyebaran virus corona karena virus ini menular antarmanusia melalui droplet (partikel air liur) saat penderita bersin atau batuk.

Baca Juga: Warga Jakarta Mulai Terapkan Prosedur Social Distancing

Dalam menjalani social distancing, jaga jarak minimal dua meter dengan orang lain, dan dianjurkan tidak berjabat tangan atau berpelukan saat bertemu orang lain.

Sementara untuk di rumah, anggota keluarga harus menjaga jarak sosial, apalagi jika ada yang sakit. Kemenkes meminta setiap keluarga mengupayakan ruang terpisah bagi setiap anggota keluarganya yang memang sakit.

Kemudian, gunakan masker wajah dan ganti setiap hari. Setelah masker dipakai, langsung buang ke tempat sampah tertutup dan cuci tangan dengan benar. Selain itu, masyarakat mengonsumsi makanan bergizi dan istirahat cukup.

Jika diperlukan, gunakan cairan disinfektan untuk membersihkan rumah, dan jika terpaksa harus keluar rumah, gunakan masker serta hindari kerumunan atau keramaian.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi pun meyakinkan bahwa pemerintah akan mengupayakan agar tidak terjadi kerumunan atau kepadatan saat penumpang menggunakan transportasi publik. Sebab, kerumunan itu dikhawatirkan bisa meningkatkan penyebaran virus corona atau penyakit Covid-19.

Nah, lantaran sulit untuk mengendalikan kerumumanan tersebut, maka pemerintah pun meminta perusahaan melakukan Work From Home. Work From Home harus tetap efektif layaknya berada di kantor.

Lantas, bagaimana agar bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) berjalan efektif? Ada 5 cara yang bisa dijalani.

1. Bangun pagi

Sebab bangun di pagi hari akan membuatmu memiliki energi dan semangat yang lebih besar untuk bekerja.

2. Siapkan sarapan dan kopi

Buat kamu pencinta kopi, tak ada salahnya menyediakan secangkir kopi sebagai penambah semangat ya!

3. Ciptakan lingkungan kerja yang rapi di rumah

Seperti dilansir dari Malay Mail, menciptakan lingkungan kerja yang rapi di rumah akan membuatmu tenang dan nyaman saat bekerja. S

4. Disiplin

Tetap disiplin melaksanakan pekerjaan dan tak bisa santai-santai. Sebab bosmu bisa memantau hasil kinerjamu dari jarak jauh.

5. Pastikan terkoneksi dengan bos dan kolega di kantor

Bekerja sama membutuhkan konektivitas dan komunikasi yang lancar.

Baca Juga: Apa yang Boleh dan Tidak Dilakukan saat Social Distancing?

Lalu, bagaimana dengan karyawan yang masih masuk kerja? Psikolog Keluarga dan Anak, Sani Budiantini Hermawan mengatakan, karyawan yang masih masuk kerja harus menjarak sosial atau disebut social distancing.

"Seperti tidak boleh salaman, sharing makanan, jarak juga jauhan. Jadi sebenarnya ke arah self awareness. Jadi bukan takut ketularan, kalau kita punya potensi itu, kita kan bisa menularkan ke orang lain. Jadi mindset-nya diubah, bukan kita takut ketularan tapi takut menularkan," katanya.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini