Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Benarkah Golongan Darah A Lebih Rawan Terserang Corona?

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Selasa 14 April 2020 20:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 14 620 2199199 benarkah-golongan-darah-a-lebih-rawan-terserang-corona-8wjbu88PbH.jpg

MENURUT penelitian, beberapa golongan darah memang cenderung lebih sulit atau mudah terkena penyakit tertentu. Hal ini lantaran sifat darah yang cenderung berbeda satu sama lain.

Memang, berdasarkan golongan darah ada perbedaan dalam faktor pembekuan dan sirkulasi darah yang berhubungan dengan koneksi sel lapisan pembuluh darah.

Dr. Mary Cushman, MSc, ahli hematologi dan profesor di Larner College of Medicine di University of Vermont, mengatakan bahwa golongan darah AB, ternyata lebih rentan terkena penyakit stroke. Dia mencontohkan, golongan darah AB lebih rentan terhadap risiko stroke, dan secara umum risiko gangguan kognitif.

"Mereka yang memiliki golongan darah O, dibandingkan dengan tipe lain, lebih sedikit terkena serangan jantung dan gangguan pembekuan darah di pembuluh darah, yang dikenal sebagai trombosis vena," kata Cushman seperti dilansir dari Healthline.

Corona darah

(Baca Juga : Bintang Tsurayya Muncul, Tanda-Tanda Wabah Corona Berakhir?)

Patricia Foster, PhD, ahli mikrobiologi di Universitas Indiana, mencermati adanya hubungan antara penyakit usus seperti norovirus dan golongan darah. "Norovirus benar-benar menggunakan gula pada permukaan sel untuk menempelkan dirinya pada sel," jelas Patricia Foster.

Secara umum, orang yang tidak membuat antigen H1 adalah mereka yang memiliki golongan darah B, dan cenderung resisten, sedangkan mereka yang bergolongan darah A, AB, atau O akan cenderung sakit. "Hingga saat ini kami belum tahu apa yang harus dilakukan dengan informasi ini dalam kaitannya untuk mencegah atau mengobati infeksi," tambahnya.

(Baca Juga Humor Gus Dur: Tak Butuh Gaji Presiden)

Nah, studi dari Wuhan, China, tempat ditemukannya kasus COVID-19 pertama kali, menemukan bahwa pada populasi normal, golongan darah A ada 31 persen, tipe B ada 24 persen, tipe AB ada 9 persen, dan tipe O ada 34 persen. Pada mereka yang memiliki virus, tipe A ada 38 persen, tipe B ada 26 persen, tipe AB ada 10 persen, dan tipe O ada 25 persen.

Para peneliti menyimpulkan bahwa mereka yang bergolongan darah A memiliki risiko lebih tinggi mudah terkena COVID-19 dibandingkan dengan golongan darah non-A. Sedangkan golongan darah O memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit menular dibandingkan dengan golongan darah non-A.

Laporan itu pun membuat beberapa ahli khawatir bahwa orang-orang dengan darah tipe A mungkin panik atau khawatir. Dan orang-orang dengan darah tipe O, mungkin akan menurunkan kewaspadaan mereka atau menjadi terlalu puas diri atau menyepelekan kebersihan maupun kesehatannya.

Menanggapi hal itu, dr Cushman menyebutkan hasil ini tidak dapat digunakan untuk mengurangi tindakan pencegahan. "Setiap orang tetap harus waspada terhadap penularan Covid-19, apapun jenis golongan darahnya,” ujar dr. Mary Cushman.

Selain itu, para peneliti menyatakan, pasien bergolongan darah A, menunjukkan tingkat infeksi yang lebih tinggi. Sehingga pemilik golongan darah A cenderung mengalami gejala yang lebih parah.

(Baca Juga : Aura Cantik Dokter Dianca Oetama, Bikin Kamu Semangat Lawan Corona COVID-19)

Para peneliti Universitas Wuhan, China yang dipimpin oleh Wang Xinghuan, menuturkan, orang dengan golongan darah A, harus lebih memperkuat sistem imunitas tubuhnya, agar dapat mengurangi kemungkinan tertularnya COVID-19.

"Pasien yang terinfeksi COVID-19 dengan golongan darah A perlu menerima pengawasan yang lebih ketat dan perawatan yang lebih agresif,” ungkap para peneliti.

Kembali mengingatkan, Patricia Foster menyebut ini adalah studi yang menarik tapi perlu verifikasi dan lebih banyak studi yang mendalam. Menurutnya, para ilmuwan tersebut mungkin menafsirkan temuan spesifik untuk golongan darah tertentu. Tetapi, inti dari fakta-fakta yang mereka amati adalah bahwa orang dengan golongan darah O memiliki risiko infeksi yang lebih rendah daripada kelompok darah lainnya.

(Baca Juga : Kapan Pandemi Virus Corona Berakhir? Ini Jawaban Para Pakar Penyakit Menular)

Meski begitu, dengan temuan ini tidak berarti orang-orang golongan darah O kebal terhadap virus. Semua orang harus mencuci tangan, menjaga jarak fisik dari yang lain, dan mengikuti semua hal yang direkomendasikan oleh ahli kesehatan masyarakat.

"Kami tidak ingin orang berpikir mereka terlindungi dan tidak perlu mengambil tindakan pencegahan karena mereka memiliki golongan darah tipe O," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini