Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Abaikan Anjuran Ulama dan Umara, Masih Banyak Masjid Gelar Sholat Tarawih

Fahmi Firdaus , Jurnalis · Sabtu 25 April 2020 10:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 25 620 2204665 abaikan-anjuran-ulama-dan-umara-masih-banyak-masjid-gelar-sholat-tarawih-emGkx8VsAB.jpg ilustrasi: Okezone

BULAN Ramadhan adalah momen yang paling ditunggu seluruh umat Islam. Di bulan mulia ini, umat muslim melakukan ibadah puasa. Namun, Ramadhan tahun ini berbeda dari sebelumnya, karena masyarakat dunia sedang mengalami pandemi virus corona (COVID-19).

Pandemi ini pun berdampak terhadap ibadah sholat di masjid yang mengharuskan umat islam untuk sholat di rumah masing-masing untuk memutus rantai penularan virus COVID-19.

(Baca juga: Bagaimana Aturan Shaf Laki-Laki dan Perempuan Saat Sholat Tarawih di Rumah?)

Namun kenyataannya, masih ditemukan masjid yang menggelar sholat tarawih berjamaah. Seperti di Masjid Jamie AT Taufiq Jalan Susukan, Duren Baru, Citayam. Warga tampak antusias melaksanakan sholat berjamaah tarawih, di hari pertama bulan Ramadan 1441 Hijriah.

Pantauan Okezone di lokasi, masjid yang memiliki kapasitas kira-kira 250 jamaah itu tampak dipenuhi para jamaah. Bahkan pelataran masjid dipenuhi jamaah perempuan.

Roni, warga Pabuaran yang ikut berjamaah di masjid tersebut mengaku tidak khawatir dengan virus corona. Dia merasa nikmat beribadah berjamaah di bulan suci Ramadhan. "Takut (terpapar virus corona) iya, tapi lebih gede nikmatnya berjamaah pas bulan puasa, Insya Allah semoga dilindungi,"ujarnya.

Sementara itu di wilayah lainnya, tepatnya di Yogyakarta, sejumlah masjid tetap menyelenggarakan sholat tarawih, seperti di Masjid Pathok Negara Plosokuning dan Masjid Jogokariyan.

Ketua Takmir Masjid Pathok Negara Plosokuning, M Kamaludin Purnomo menegaskan, masjid telah menerapkan protokol kebersihan yang ketat. Karena itulah, seluruh kegiatan yang biasa dilakukan seperti jamaah sholat Jumat, pengajian dan jamaah sholat lima waktu tetap diadakan.

“Kita berupaya lahir dan batin, intinya seperti itu. Sejauh ini masih biasa-biasa saja, tidak ada sesuatu yang mengkhawatirkan, menurut saya. Karena sesungguhnya semua yang membuat abang, ijo, kuningnya itu kan Allah, bukan kita sebagai manusia,” kata Kamal seperti dikutip VOA Indonesia, Jumat (24/4/2020)

Bahkan, masjid yang didirikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I sekira tahun 1757 ini menggelar tradisi padusan. Anak-anak berkumpul mandi bersama di kolam yang ada di halaman depan masjid. Plosokuning adalah kawasan muslim tradisional di Yogyakarta.

“Padusan ini wujud dari bersih lahir, kalau bersih batin itu kan niat. Kita sucikan niat untuk memasuki Bulan Ramadan, lahirnya kita mandi besar ini. Padusan itu maknanya kita memasuki Ramadhan, kita suci lahirnya,” ujar Kamal.

Sementara di Masjid Jogokariyan, sholat tarawih berjamaah juga cukup ramai. Masjid ini sejak lama menjadi rujukan karena pengelolaan yang modern. Tahun sebelumnya, mereka bahkan menyediakan menu berbuka puasa hingga 3.000 porsi karena banyaknya jamaah. Masjid Jogokariyan memiliki jamaah kelompok moderat perkotaan karena lokasinya yang berada di tengah kota Yogyakarta.

Sebelumnya, Menteri Agama Fachrul Razi meminta umat Islam untuk melakukan tarawih dan tadarus di rumah masing-masing selama Ramadan. Imbauan Menag ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2020. “Salat Tarawih cukup dilakukan secara individual atau berjamaah bersama keluarga inti di rumah,” ujar Menag Fachrul Razi belum lama ini.

Sholat Tarawih dan tadarus di rumah dilakukan untuk mencegah, mengurangi penyebaran, dan melindungi masyarakat dari risiko terkena COVID-19. “Tilawah atau tadarus Alquran dilakukan di rumah masing-masing berdasarkan perintah Rasulullah untuk menyinari rumah dengan tilawah Alquran,” tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan Pembina Masjid Sunda Kelapa, Ustadz Agustin Amirudin. Dia berharap agar masyarakat mendengarkan imbauan pemerintah. “Sebaiknya kita beribadah di rumah saja dan ini diajarkan juga oleh Rasulullah ketika beliau hanya beberapa malam qiyamul lail bersama sahabat, selebihnya beliau di rumah,” ujarnya kepada Okezone, Jumat (24/4/2020).

Dia berharap agar pandemi COVID-19 segera berakhir, sehingga masyarakat dapat kembali beribadah di masjid. “Terlebih saat ini ada udzur yang menghalangi kita untuk bisa beribadah bersama-sama di masjid,” ujarnya.

Imbauan agar shalat Jumat diganti sholat dzuhur dan sholat tarawih dilaksanakan di rumah selama wabah corona juga datang dari ormas besar Islam seperti NU dan Muhammadiyah. Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahkan menerbitkan fatwa mengenai panduan beribadah selama masa pandemic COVID-19 untuk memutus mata rantai penularan. Para tokoh agama lainnya juga tak henti-hentinya mengimbau umat taat kepada imbauan pemerintah (umara), tapi faktanya masih banyak umat yang belum melaksanakan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini