Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Inilah Makna Kenaikan Yesus ke Surga

Santi Siera, Jurnalis · Kamis 21 Mei 2020 10:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 21 620 2217436 inilah-makna-kenaikan-yesus-ke-surga-VkvPYcbacf.jpg Ilustrasi Kenaikan Isa Al Masih

BAGI umat Kristen dan Katolik, Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus ke surga menjadi salah satu hari penting setelah perayaan Paskah. Kenaikan Yesus Kristus adalah peristiwa yang terjadi 40 hari setelah Kebangkitan Yesus. Pada saat Yesus naik ke surga, terangkat ke langit, banyak orang termasuk murid-muridNya menyaksikan sendiri peristiwa mulia tersebut.

Peristiwa ini dicatat dalam bagian Perjanjian Baru di Alkitab umat Kristen. Seperti dikutip dari laman Gereja Ibu Teresa, Paroki Cikarang, ada 4 kejadian penting dalam perjalanan Yesus di bumi. Pertama, Natal atau kelahiran Kristus. Kedua, Wafat Kristus yang bermakna sebagai penebusan dosa. Ketiga, Paskah atau Yesus bangkit dan keempat Kenaikan Tuhan Yesus ke surga.

Kenaikan Isa Almasih

(Baca Juga : Gereja Katedral Jakarta Gelar Misa Kenaikan Isa Almasih secara Online)

Lebih jauh dijelaskan, bagi umat Kristen ada 2 pesan iman yang dapat ditarik dari peristiwa Kenaikan Yesus Kristus ke surga:

1. Kita tak perlu takut dan kuatir diutus menjadi perpanjangan Tuhan melanjutkan karya-karyaNya. Sebelum Yesus terangkat ke surga, Dia mengangkat tangan-Nya dan memberkati murid-muridNya. Yesus berjanji tidak akan meninggalkan kita dan akan terus menyertai kita (Lukas 24:50 “Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka.”)

2. Kita tetap harus memiliki sukacita dan semangat dalam melayani. Yesus Kristus mengutus Roh Kudus atau Penolong di tengah-tengah kita di masa sulit sekalipun. (Yohanes 14:16 “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.”)

Terlebih di masa Pandemi COVID-19 ini, dengan memahami pesan iman dari peristiwa Kenaikan Yesus Kristus ke surga, kita semakin diteguhkan untuk selalu berbuat kebaikan, peduli kepada sesama serta menerapkan ajaran-ajaran cinta kasih baik di dalam pekerjaan, keluarga maupun pelayanan. Berani mewartakan hikmat dan kebenaran di manapun kita berada.

Seperti yang ditulis dalam Roma 11:36 “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya.”

Romo Ignatius Ismartono SJ, sebagai pembimbing rohani dan juga berkarya sebagai pemerhati kaum migran, ketika dihubungi Okezone menambahkan, “Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus ke surga ini juga menjadi kelengkapan hubungan surga dan dunia.” Pada saat Natal, umat Kristen merayakan Allah turun ke bumi, menjelma menjadi manusia. Sedangkan pada saat Paskah hingga Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus ini, Allah dari bumi naik ke surga, demikian penjelasan Romo Ismartono, SJ. “Lengkaplah gambaran Dunia dan Surga. Hari Raya Natal merupakan hari raya Allah turun dari Surga menjadi Sang Manusia Yesus Kristus. Hari Raya Paskah yang dilanjutkan dengan Kenaikan adalah hari raya manusia naik ke Surga dalam diri Yesus Kristus yang sama. Orang beriman dipanggil untuk seperti Kristus: hidup di bumi menuju Surga.”

Kenaikan Isa Almasih

Pada Hari Kenaikan Yesus ke Surga, maka inilah lagu mazmur yang biasa dinyanyikan umat di gereja:

Allah telah naik diiringi sorak sorai.

Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala.

Sebab Allah adalah Raja atas seluruh bumi,

bermazmurlah dengan lagu yang paling indah.

Allah merajai segala bangsa,

di atas takhta-Nya yang kudus Ia bersemayam.

Mari, kita senandungkan kembali pujian ini saat mengikuti misa atau kebaktian online merayakan Hari Kenaikan Yesus ke surga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini