Anak-anak golongan orang yang paling rentan untuk menghadapi trauma. Hal itu berkaitan dengan sifat polos dan reaksi kaget, yang secara spontan cenderung mengakibatkan trauma setelah mereka terkena bencana.
"Bahkan, ada yang sampai mengalami trauma ekstrem," tegasnya.
Baca Juga: 7 Langkah Selamatkan Diri saat Gempa Bumi, Kuncinya Jangan Panik
Lebih lanjut, Mei juga menjelaskan masalah ini berdasar penjelasan Sutanto (2005). Anak-anak umumnya belum memiliki kemampuan memadai untuk mengatasi penderitaan fisikal dan emosional yang menerpa mereka.
"Trauma yang dialami harus segera mendapatkan penanganan khusus, karena jika tidak maka trauma itu akan tersimpan lama dan dapat menjadi bumerang bagi si anak," tambahnya.
Follow Berita Okezone di Google News








