Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita dari Dapur Bakso Lobster, Rahasia Resep hingga Berharap Didatangi Susi Pudjiastuti

Wisnu Yusep, Jurnalis · Minggu 12 Juli 2020 08:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 12 620 2245038 cerita-dari-dapur-bakso-lobster-rahasia-resep-hingga-berharap-didatangi-susi-pudjiastuti-H1TCRmdNB5.jpg Bakso Lobster (Ist)

BEKASI - Seenak apa sih Baso Lobser yang lagi viral di jagad maya dan wilayah Cibitung, Kabupaten Bekasi ini? Mereka para pembeli rela mengantre berjam-jam lamanya untuk menyantap baso yang tampak biasa seperti baso pada umumnya.

Okezone pun berusaha mencari tahu mengapa Baso Lobster yang berolaksi di Jalan Bapak Bosi, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat itu pun menjadi buruan warga.

Ruko sederhana berukuran 3x5 ini tidak melayani makan di tempat. Pembeli hanya bisa memesan yang kemudian dibawa pulang ke rumah untuk disantap. Pembeli, yang lama mengantre pun terlihat tak sabar.

Kesabaran mereka pun terbayar ketika satu sama lain dari pembeli saling berinteraksi. Mereka tampak bergurau satu sama lain untuk menghilangkan lelah karena berjam-jam lamanya menunggu nomor anteran dari sang pemilik warung Bakso Lobster Permata.

Sang pemilik pun sesekali mengingatkan pembeli yang tak sabar. "Sabar to bos, bos," kata pemilik warung Bakso Lobster Permata Arief Rianggowo ketika ditemui Okezone, Jumat (10/7/2020) sore.

Baca Juga: Begini Pengakuan Warga Setelah Antre Berjam-jam untuk Cicipi Bakso Lobster

Di lokasi, Okezone pun sempat memantau kegiatan pak Haji sapaan akrab Arief Rianggowo. Terlebih, ketika dimintai wawancara, Pak Haji minta Okezone untuk menunggu pada anteran ke 100.

Kebetulan ketika tiba anteran di ruko 3x5 ini sudah banyak pembeli yang mengantre. Hingga pukul 16.30 Okezone pun berusaha kembali agar diberikan waktu untuk wawancara. Namun, lagi-lagi Pak Haji meminta untuk bersabar.

Tepat pada pukul 17.30 WIB, Pak Haji menginfokan agar pelanggan bersabar karena Bakso Lobster yang dipesan masih dalam perjalanan, karena stok di warung sudah habis. Akhirnya Okezone pun berusaha kembali meminta slot waktu. Dan akhirnya Pak Haji bersedia untuk diwawancara.

Berikut ini adalah tanya jawab yang dikemas Okezone:

Awal mula buka ini kapan?

Awal puasa tanggal 28 April 2020. Jadi dua bulan lebih sekarang ini. Karena kita tahu banyak penggemar daerah Bekasi adalah bakso dan mie ayam, akhirnya saya memberanikan diri membuka Bakso Lobester. Karena sebelumnya ada kawan saya dari Magelang, dia sudah punya usaha warung bakso di daerah Cibitung sini, itu menawarkan ke saya.

Karena awalnya saya jual kupat tahu Magelang, tapi peminat di daerah sini kurang, sehingga kawan saya bilang nanti bulan puasa mudah-mudahan bakso akan laris. Karena itu kita buka awal puasa. Kemudian saya disini di daerah CBL itu saya punya tempat untuk kupat tahu. Tapi saya gak berani buka, karena awal buka disni.

Ini bener daging lobster asli?

Bener boleh dicek kenyataannya, semua lobeter itu yang fresh. Jadi kita bukan lobster yang sudah beberapa hari dipanen. Begitu datang dari petani atau nelayan dari Lampung, Sukabumi, Cilacap, Cianjur yang tak lain adalah pengepul. Kita mendapatkan dari mereka, ada dari Karawang juga. Terus nyoba dari Angke juga, dan dari beberapa sumber. Nah akhirnya disini kita buat Bakso Lobster Permata, kenapa Lobster Pertama karena disini terkenalnya daerah Pertama. Jadi itu supaya mudah mengingat kita pakai Bakso Lobster Permata.

Resepnya dari mana?

Kakak saya sendiri adalah chef di kapal pesiar, di Eropa sana. Dan kakak saya juga chep di hotel-hotel bintang lima. Nah dia memberikan resep (memberikan gambaran resep) seperti itu. Artinya ada bumbu tambahan tidak seperti bakso pada umumnya. Karena ada perpaduan resep dari yang hotel bintang lima dan bakso Solo, karenanya saya mencoba resep perpaduan dari Bakso Solo, kemudian dari hotel bintang lima dan kapal pesiar.

Sehari berapa habis porsi?

Awalnya itu karena perjuangan, saya ragu karena lobster mahal. Tapi itu menjadi tidak masalah, karena rasa uniknya bakso lobster karena dibungkus dengan bakso sehingga orang penasaran. Itu intinya.

Awalan 20-30 terus meningkat dan sampai 200-300. Sekarang diatas 500-700 bahkan 1000 porsi. Tapi kita gak ngitung, secara akuntasi saya belum ngitung ini. Karena belum masih sendiri, belum ada kasir, kasir saya sendiri. Saya belum mendapatkan yang propesional untuk di depan (kasir). Saya mencoba dengan ilmu yang saya punya, saya propesional lah. Tapi propesional secara tradional.

Karyawan tadinya satu dan sempat 10, tapi karena kerjanya dari pagi sampai malam mereka kayanya fisik dan tenaga kurang, sehingga beberapa orang yang menundurkan diri. Tapi saya dengan sekarang ini tiga orang saja jalan. Sistemnya masih baru, bahkan ketika itu saya bebaskan satu tamu boleh mesen berapa saja, sehingga yang di belakangnya lama, nunggu antrean di depannya. Padahal input lobsternya tidak sebanyak mereka order.

Gimana mendapatkan pelanggan?

Kalau pada waktu itu ada youtuber menjadi viral, ada beberapa youtuber dan kemudian memviralkan itu, saya lupa namanya karena waktu itu komunikasi sama ibu.

Modal awal berapa?

Modal awal itu saya kerja di teman dari Magelang itu. Karena ketika sama temen itu saya biasa di marketing, pemasaran. Nah dia punya bakso lobster itu saya disuruh memasarkan disini, sehingga modal itu membantu sebagai marketing.

Tapi saya mitra, dan sebelumnya ini saya punya ruko ini, sewa tapi untuk kupat tahu, karena kondisi banjir dan kurang digemari masyarakat Cibitung sehingga saya kosongkan. Nah kemudian di bulan puasa umumnya orang gak makan di luar. Nah sehingga kupat tahu kurang digemari. Dengan bakso lobster penjualan saya semakin meningkat. Sehingga banyak orang penasaran bahkan belakangan ada informasi itu lobster plastik, ya monggo saja.

Untuk stok lobster aman?

Aman, dikita punya beberapa supplier, jadi aman. Nah denger-denger bu Susi Pujiastuti itu denger mau ke seni, karena dia denger lobster, dan dia punya lobster di indonesia, kalau dia keseni saya terimakasih. Karena biar lobster ada yang mengarahkan.

Lobster ini kan mahal?

Lobster memang mahal, waktu kemarin ada Covid-19, itu ekspor lobster ditutup ke China, Korea, Jepang. Nah karena ditutup, sehingga stok dalam negeri kan melimpah, mereka dijual murah ketimbang lama-lama busuk. Karena itu menggunakan peluang itu lah dengan harga murah. Kita tentunya jualnya relatuf murah.

Gebrakan selanjutnya seperti apa?

Karena warungnya sempit, orang mau makan disini susah. Mungkin tempatnya akan dibesarkan. Kalau disini kan kurang mungkin gandeng para mitra untuk mengembangkan lobster. Kedua akan mengembangkan di daerah yang seperti kota-kota besar. Banyak pengunjung disini yang mengajak buka di Bandung, Bogor, Jakarta, dan tempat lain-lain.

Ini viralnya sengaja?

Pada waktu itu saya gak kepikirian itu, pertama kali bisa berbagi karena bersama teman-teman. Lobster ini agar bisa digemari orang, sehingga konsumenya itu menjadi banyak sehingga saya punya pelanggan tetap. Itu yang penting. Sehingga dengan harga yang relatif terjangkau, yang penting konsumen puas dan jauh-jauh mereka bisa menikmati lobster. Karena itu waktu awal-awal kita bebaskan dan sekarang kita batasin 4.

Tips bagi teman-teman yang ingin buka bakso lobster?

Pertama kali, baso harus enak, lobster harus fress, ketiga ramah kepada pembeli. Yang keempat pelayanan cepat, oleh karena itu saya saat ini sudah alhamdulilah dengan ada pembatasan pembeli. Karena awal-awalnya memang keteteran, sekarang Alhamdulillah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini