Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

AS Resesi, Pelaku Usaha Dihantui Kekhawatiran Ekspor Lesu

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 31 Juli 2020 16:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 31 620 2255100 as-resesi-pelaku-usaha-dihantui-kekhawatiran-ekspor-lesu-nkViJZ3XLf.jpg Rupiah (Okezone)

JAKARTA - Badai resesi yang menyerang ekonomi Amerika Serikat (AS) memberikan pukulan berat terhadap harga minyak, dolar, dan juga bursa saham Wall Street. Hal ini pun membuat para pelaku usaha khawatir.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja mengatakan, dampak resesi ekonomi AS bakal memberikan efek negatif pada kinerja ekspor Indonesia. Pasalnya negeri Paman Sam itu merupakan tujuan paling besar bagi eskpor Indonesia

 Baca juga: Amerika Resesi, Capital Outflow Bayangi Pasar Modal

"Potensi adanya efek negatif dari resesi AS ke Indonesia karena AS adalah salah satu tujuan ekspor penting dan salah satu sumber investasi terbesar di kawasan Asia," kata Shinta saat dihubungi, Jakarta, Jumat (31/7/2020).

Dia melanjutkan pemerintah Indonesia juga seharusnya memberikan insetif pada pengusaha Indonesia yang terkena dampak. Hal ini agar bisa meringankan kerugian bagi pengusaha Indonesia diantaranya para eksportir

 Baca juga: Tanpa Resesi AS, Ekonomi Indonesia Sudah Terkontraksi

"Pemerintah juga harus memberikan stimulus- industri yang memadai dan efektif dalam meredam laju resesi. Agar efek negatif resesi AS terhadap Indonesia bisa hilang sama sekali," jelasnya.

Ekonomi AS mengalami pukulan terbesar sejak Depresi Hebat pada kuartal kedua ketika pandemi Covid-19 menghancurkan belanja konsumen dan bisnis, dan pemulihan yang baru mulai terancam oleh kebangkitan dari kasus baru virus corona.

Sebagian besar kontraksi terdalam dalam setidaknya 73 tahun yang dilaporkan oleh Departemen Perdagangan pada hari Kamis terjadi pada bulan April ketika aktivitas hampir terhenti setelah restoran, bar dan pabrik antara lain ditutup pada pertengahan Maret untuk memperlambat penyebaran virus corona.

Sebagai informasi, pertumbuhan lebih dari lima tahun telah musnah. Dengan pemulihan yang goyah, tekanan meningkat untuk Gedung Putih dan Kongres untuk menyetujui paket stimulus kedua.

Melansir reuters, pada kuartal I 2020, ekonomi AS sudah minus 5% . Lalu, turun 32,9% pada kuartal II 2020.Penurunan kinerja ekonomi AS tersebut merupakan yang terburuk sejak 1974 masuk ke jurang resesi menyusul Jerman, Korea Selatan, hingga Singapura yang sudah lebih dulu merasakan kondisi tersebut.

Penurunan pertumbuhan ekonomi adalah lebih dari tiga kali lipat penurunan sepanjang masa sebelumnya sebesar 10% pada kuartal kedua tahun 1958 Ekonomi berkontraksi pada kecepatan 5,0% pada kuartal pertama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini