Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gunung Sinabung Erupsi Lagi, Ini Bahaya Abu Vulkanik bagi Kesehatan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 08 Agustus 2020 14:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 08 620 2259022 gunung-sinabung-erupsi-lagi-ini-bahaya-abu-vulkanik-bagi-kesehatan-bMmqm9Bs1Q.jpg Gunung Sinabung erupsi (Foto: Okezone)

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Sabtu (8/8/2020) sekitar pukul 01.58 WIB dini hari erupsi kembali. Erupsi kali ini merupakan erupsi yang pertama di masa pandemi Covid-19 sejak 9 Juni 2019.

Dari letusan tersebut, terjadi kolom letusan yang cukup tinggi hingga 2.000 meter. Akibat peristiwa tersebut, empat kecamatan tertutup abu vulkanik antara lain Kecamatan Naman Teran, Berastagi, Simpang 4, dan Kecamatan Merdeka.

Diselimuti abu vulkanik, masyarakat di sana diimbau untuk menggunakan masker dan kacamata. Imbauan tersebut diberikan kepada masyarakat untuk meminimalisir dampak buruk kesehatan akibat abu vulkanik.

 Gunung Sinabung

Abu vulkanik terbukti mengiritasi paru-paru secara langsung. Dalam penelitian berjudul 'Respiratory Health Effects of Volcanic Ash with Special Reference to Iceland' yang dipublikasi di National Library of Medicine, gejala pernapasan akut bisa terjadi pada mereka yang menghirup abu vulkanik.

Masalah pernapasan akut tersebut antara lain asma dan bronkitis. Lalu, dijelaskan juga di sana bahwa dampak buruk abu vulkanik yang terhirup adalah keparahan kondisi penyakit paru dan jantung yang sudah diderita sebelumnya.

Baca juga: Romantisme Pasutri Kontroversial Jerinx SID dan Nora Alexandra, Enggak Ada Lawan!

Bahayanya lagi, dikatakan bahwa seseorang yang terpapar abu vulkanik langsung meningkatkan risiko penyakit silikosis atau yang biasa dikenal dengan istilah miner's phthisis, grinder's asthma, atau potter's rot.

Penyakit ini merupakan bentuk penyakit paru yang ditandai dengan adanya inflamasi dan pembentukan jaringan parut dari lesi nodular pada lobus paru bagian atas. Risiko kematian pun ada bagi siapapun yang menghirup abu vulkanik secara langsung.

Lebih lanjut, dilaporkan Lung.org, dijelaskan juga bahwa gunung berapi bisa memuntahkan abu vulkanik ke udara bermil-mil melawan arah angin letusan. Gunung berapi juga menghasilkan dan melepaskan gas yang bercampur dengan air dan partikel kecil yang membentuk sejenis polusi yang disebut vog.

Dampak buruk abu vulkanik itu tak pandang bulu, semua memiliki risiko yang sama, baik itu anak-anak maupun orang dewasa. Namun, sangat mengkhawatirkan bagi orang dengan penyakit paru-paru seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), yang termasuk bronkitis kronis dan emfisema.

Paparan abu vulkanik dapat memicu serangan asma dan menyebabkan mengi, batuk, dan iritasi pernapasan pada individu dengan saluran udara sensitif.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini