Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cuitan 'Polusi Visual' Revina VT Viral, Apa Itu Body Shaming?

Helmi Ade Saputra/Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 04 September 2020 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 04 620 2272708 cuitan-polusi-visual-revina-vt-viral-apa-itu-body-shaming-ZaRDC1p7fr.jpg Cuitan polusi visual Revina VT viral (Foto : Instagram/@revinavt)

Cuitan selebgram Revina VT soal 'polusi visual' viral di Twitter. Dia membagikan pengalamannya saat pergi ke tempat gym.

Revina VT mengaku merasa terganggu dengan orang di depannya yang memamerkan badannya yang dinilai kurang proporsional dan mengeluarkan bau tak sedap.

“Squat gue terganggu karena ada orang (pamer) pantat separuh hitam dan keteknya ke mana-mana. Dan baunya, ebuset. Kenapa gue yang terganggu elo yang marah? Dih, sjw," tulisnya di Twitter.

Revina VT

Cuitannya tersebut viral karena dianggap melakukan body shaming. Revina VT akhirnya mengakui kesalahan usai mendapat kritik atas cuitan bernada body shaming di Twitter. Ia mengakui tulisannya beracun (toxic) karena tidak menghargai orang lain.

"Secara moralitas gue salah karena tidak berempati. Gue tetap sama dengan pendirian gue bahwa tidak akan bisa membuat semua orang menyukai badan gue dan begitu juga lo," kata dia seperti dikutip dari Insta Storynya, Jumat (4/9/2020).

Sementara itu, mengenai body shaming, Psikolog Meity Arianty mengatakan, ejekan fisik masuk ke dalam golongan bullying. Hal ini dianggap sebagai kekerasan dalam bentuk verbal.

"Walaupun bercanda saya selalu mengatakan ke remaja bahwa body shaming sama dengan bullying. Karena perilakunya menghina bentuk fisik oranf lain, yang tidak sesuai dengan standar ideal," tutur Mei saat dihubungi Okezone, beberapa waktu lalu. (Judul Berita : Perlukah Berteman dengan Orang yang Lakukan Body Shaming?)

Body Shaming

Dijelaskan lebih lanjut, ejekan fisik menurut Damanik (2018), merupakan penilaian individu akan tubuhnya yang memunculkan perasaan malu, karena penilaian dirinya dan orang lain terhadap bentuk tubuh ideal tidak sesuai dengan tubuhnya.

Baca Juga : Revina VT Body Shaming, Nana Mirdad Beri Pesan Positif untuk Perempuan

Body shaming, sering terjadi di kalangan teman sebaya. Sasarannya yakni penampilan fisik sebagai bahan ejekan oleh teman-temannya yang lain.

"Sejumlah penelitian terkait, telah dilakukan dan umumnya fokus ke citra diri. Semakin ideal tubuhnya, akan membuat individu lebih mudah menerima dirinya," bebernya.

Tapi yang lebih jahat saat ini Anda sering menjumpai body shaming di dunia maya, seperti Facebook, Twitter dan Instagram. Biasanya pelaku body shaming jauh lebih berani dan sering kali membuat korban stres dan merasa tidak berharga.

Sayangnya, pelaku tidak menyadari dampak yang terjadi ketika mengejek seseorang. Apa sih dampaknya yang fatal?

Mei menjelaskan, meski body shaming dalam bentuk ucapan lebih mudah dilupakan ketimbang bentuk tindakan, tetap saja seseorang akan tersinggung. Pengaruhnya juga sangat besar seperti trauma dan putus asa, sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk menerima dirinya.

"Ada juga dampak lain yang bisa mengganggu kenyamanan dan membuat seseorang tidak percaya diri. Karena karena merasa berbeda dengan orang lain, merasa tidak aman dan akan berupaya untuk menjadi ideal. Sementara konsep ideal akan selalu berbeda dari kacamata setiap orang," ungkapnya.

Untuk menghindari body shaming, seseorang disarankan untuk berpikir positif. Hal lain yang dapat dilakukan adalah memperbaiki gaya hidup, membuktikan kualitas diri, serta menerima kelebihan dan kekurangan seseorang.

"Selain itu menjauhlah dari orang-orang yang melakukan body shaming. Serta melakukan hal-hal yang bermanfaat agar bisa hidup sehat dan berbahagia," imbuhnya.

Body Shaming

Sementara itu, menurut psikolog, Evelyn Suleeman dalam sebuah wawancara di salah satu stasiun televisi swasta mengatakan, jika body shaming mudah saja terjadi, khsususnya pada zaman media sosial seperti sekarang ini.

"Kalau zaman sekarang ini dimungkinkan. Media sosial itu memungkinkan bagi orang komentar apapun dan kapanpun. Terhadap siapa saja. Termasuk foto seseorang," katanya.

Selain itu, seseorang terkadang tidak sadar telah melakukan body shaming terhadap orang lain atau tidak mengetahuinya. Karena itu, berikut adalah ciri-ciri melakukan body shaming kepada orang lain:

1. Menganggap tubuhnya paling gemuk, padahal kenyataannya tidak

Anda mungkin secara tidak sadar sering membanding-bandingkan tubuh sendiri dengan orang lain. Sekurus apa pun wanita, biasanya ia akan selalu merasa paling gemuk di antara teman-temannya. Padahal, kenyataannya tubuhnya terbilang ideal.

Menurut psikoterapis Karen R. Koenig, M.Ed, LCSW, komentar ini bisa jadi sangat menyakitkan bagi orang lain. Bila Anda melakukannya, hal ini dapat mempermalukan teman Anda yang berat badannya berlebih, lho!

Body Shaming

2. Menyuruh orang lain untuk olahraga

“Sudah coba olahraga zumba belum? Cobain, deh. Bisa bikin cepat kurus, lho!” Pernah mengatakan hal ini pada orang lain? Jika iya, berarti Anda baru saja mengejek fisik orang lain alias melakukan body shaming.

Anda mungkin mengira bahwa Anda hanya sekadar memberikan informasi penting yang patut dicoba oleh orang lain. Padahal, bisa jadi teman Anda malah tersinggung dan menganggap Anda menyuruhnya olahraga karena tubuhnya gemuk.

3. Senang membandingkan tubuh orang lain

Salah satu ciri Anda melakukan body shaming adalah menganggap tubuh sendiri paling ideal di antara teman-teman Anda. Eits, ini bukan berarti baik karena rasa percaya diri Anda sedang meningkat, tapi justru tanda body shaming yang harus dihindari.

Secara tidak sadar, Anda sedang membandingkan tubuh diri sendiri dengan teman lain yang bertubuh gemuk atau kurus daripada Anda. Apalagi sampai menganggap diri Anda telah sukses menjalani hidup sehat, sedangkan yang lain tidak.

4. Mengomentari makanan orang lain

“Kamu kok makan junk food? Junk food bikin gemuk, lho! Ganti sayur saja.”

Bahkan, Anda juga mengatakan bahwa makanan tersebut mengandung tinggi kalori dan lemak yang bisa membuat berat badannya naik. Apalagi kalau Anda sampai menyuruhnya diet, hati-hati Anda baru saja melakukan body shaming terhadap teman Anda.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini