Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Parental Burnout dan Baby Blues, Masalah Pola Asuh yang Sama?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 08 September 2020 09:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 08 620 2274197 parental-burnout-dan-baby-blues-masalah-pola-asuh-yang-sama-c0mUmjCMgu.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

Menjadi orangtua bukan perkara mudah, tapi di sanalah seninya. Setiap harinya orangtua akan belajar mengenai pola asuh yang mana hal tersebut tidak pernah dialami sebelumnya.

Bicara mengenai kehidupan orangtua baru, ternyata semakin ke sini semakin banyak masalah yang dihadapi. Jika usai melahirkan dulu dikenal dengan istilah Baby Blues, kini ada lagi masalah yang mungkin Anda rasakan yaitu Parental Burnout.

Kedua masalah tersebut berbeda meski jika ditarik benang merahnya, keduanya sama-sama masalah tentang menjadi orangtua. Lantas, apa perbedaan dari parental burnout dan baby blues? Mana yang berbahaya?

Parental Burnout

Diterangkan Psikolog Anak Saskhya Aulia Prima, M.Psi, bicara mengenai parental burnout, maka akan ada tiga masalah pokok yang dialami orangtua. Masalah tersebut ialah merasa lelah secara fisik dan mental, merasa berjarak dengan anak, dan menjadi orangtua sudah tidak menyenangkan lagi.

"Jadi, jika Anda merasa tidak lagi menyenangkan menjadi orangtua, waspada itu gejala dari parental burnout dan ini bisa membawa Anda ke arah depresi yang lebih serius," terangnya dalam acara AQUA X Raisa Moms Sahring Session, beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Curhat Raisa Alami Mom Guilt, Kondisi Merasa Bersalah pada Anak

Tapi, menjadi catatan penting, yang namanya stres itu sangat wajar sekali. Bahkan, setiap orang harus merasa stres karena itu bagian dari memotivasi diri untuk terus berkembang. Namun, menjadi masalah ketika stresnya tidak bisa dikendalikan.

Nah, contoh lain yang bisa menggambarkan Anda mengalami parental burnout ialah Anda jadi enggak senang bila ketemu anak. "Kalau ketemu anak, bawaannya mau marah atau baper aja. Terus, ngerasa jadi orangtua itu berat banget. Kalau sudah begini, Anda disarankan bertemu dengan tenaga profesional," papar Saskhya.

Sementara itu, baby blues adalah kondisi ketika ibu yang baru melahirkan merasa lelah, sedih, dan khawatir. Kondisi parah dari situasi baby blues adalah orangtua tidak mau menyentuh bahkan bertemu dengan bayi yang baru dia lahirkan.

Situasi baby blues biasa dialami di bawah usia enam bulan bayinya, bahkan, sambung Saskhya, di beberapa kasus baby blues muncul di usia bayi tiga bulan pertama.

Baby Blues

Kedua masalah ini bisa menjadi kondisi yang lebih serius dan menganggu kesehatan mental ibu atau orangtua. Karena itu, penting sekali yang namanya menenangkan diri dan melakukan 'me time' untuk bisa mengembalikan kenormalan pikiran.

"Ketika sudah merasa kesal dengan situasi memiliki anak, misalnya saat Anda capek dan lihat anak bertingkah enggak mau diam dan itu bikin Anda jengkel, maka 'pause' sejenak, ambil napas panjang, keluarkan, lakukan beberapa kali. Jika perlu, konsumsi air, karena beberapa penelitian membuktikan air putih mampu mengelola stres dan membuat Anda lebih tenang," tambahnya.

Sekali lagi, jika kondisi yang Anda alami sudah lebih serius, maka sangat disarankan untuk Anda bertemu dengan tenaga profesional. Dengan melakukan itu, Anda bertanggung jawab dengan diri sendiri dan juga anak Anda.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini