Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Neymar Minta Maaf Usai Dikartu Merah pada Laga PSG vs Marseille

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 15 September 2020 12:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 15 620 2277991 neymar-minta-maaf-usai-dikartu-merah-pada-laga-psg-vs-marseille-18qVL0VKwh.jpg Neymar Jr adu mulut dengan Alvaro Gonzalez (Foto: Twitter/@globoesportecom)

PARIS – Penyerang Paris Saint-Germain (PSG), Neymar Jr, akhirnya meminta maaf atas tindakan agresifnya di laga kontra Olympique Marseille, Senin 14 September 2020 dini hari WIB. Pemain asal Brasil itu mengaku bereaksi terlalu berlebihan atas insiden yang terjadi.

Seperti diketahui, laga yang digelar di Stadion Parc des Princess itu berujung ricuh. Keributan kecil sempat terjadi pada injury time babak kedua. Wasit bahkan harus mencabut lima lembar kartu merah dari kantongnya (tiga untuk PSG dan dua Marseille).

Keributan itu diduga dipicu aksi bek Marseille, Alvaro Gonzalez, yang diduga mengucapkan kata-kata bernada rasis kepada Neymar Jr. Pemain asal Brasil itu tidak terima, dan langsung menghajar Alvaro dari belakang. Tindakan itu lantas memicu keributan di antara pemain kedua kesebelasan.

Baca juga: Dituding Rasis ke Neymar, Alvaro Gonzalez Dapat Ancaman Pembunuhan

Keributan terjadi di penghujung laga (Foto: PSG)

Selepas pertandingan, Neymar Jr mengaku satu-satunya penyesalan adalah tidak menghajar Alvaro Gonzalez di wajahnya. Namun, setelah 24 jam, pria berusia 28 tahun itu akhirnya merilis permintaan maaf. Ia menyadari seharusnya tidak bertindak demikian.

“Kemarin, saya memberontak. Saya dihukum kartu merah karena ingin memukul seseorang yang mengejek saya. Sempat terpikir, saya tidak bisa meninggalkan lapangan tanpa melakukan sesuatu karena pihak berwenang tidak akan melakukan apa pun, atau bahkan mengabaikan fakta,” ujar Neymar Jr, dikutip dari Goal, Selasa (15/9/2020).

“Di olahraga ini, serangan, ejekan, dan sumpah serapah adalah bagian dari pertandingan. Anda tidak bisa penuh kasih sayang. Saya mengerti orang ini, itu adalah bagian dari permainannya. Namun, rasisme dan intoleransi adalah hal yang tidak bisa diterima,” sambung eks pemain Barcelona itu.

Lebih lanjut, Neymar mengaku sempat merenung dengan kepala dingin, apakah hal tersebut harus diacuhkan saja atau tidak. Walau begitu, ia tetap meminta pelaku, dalam hal ini Alvaro Gonzalez, dihukum setimpal dengan perbuatannya.

“Apakah seharusnya saya mengacuhkan dia? Saya tidak tahu. Namun, dengan kepala dingin, saya bisa bilang, ya. Namun, saat itu, saya dan rekan-rekan setimnya meminta bantuan dan tidak dihiraukan wasit. Itu poin utama!” kata Neymar lagi.

“Orang itu sungguh bodoh. Saya juga bertindak seperti orang bodoh dengan membiarkan diri saya terpancing. Kerusakan yang ditimbulkan dari konfrontasi itu bisa berbahaya untuk kedua belah pihak,” tutup pemain bernomor punggung 10 itu.

Dampak dari konfrontasi itu dirasakan langsung oleh Alvaro Gonzalez. Seseorang membocorkan identitas dan nomor telefon pribadinya di internet, yang menyebabkan pria asal Spanyol itu mendapatkan ancaman pembunuhan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini