Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Covid-19 Lebih Mematikan daripada Serangan Jantung

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 15 September 2020 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 15 620 2278201 covid-19-lebih-mematikan-daripada-serangan-jantung-Jjaol6ToGU.jpg Ilustrasi (Foto : Medicalnewstoday)

Pasien Covid-19 dengan kondisi parah lebih berisiko meninggal dunia daripada pasien serangan jantung di kalangan dewasa muda. Fakta ini ditemukan melalui studi yang dilakukan di Brigham and Women's Hospital di Boton.

Peneliti melakukan studi yang melibatkan 781.000 pasien Covid-19 yang dipulangkan antara 1 April hingga 30 Juni, 5 persennya adalah dewasa muda dengan kisaran usia 18 hingga 34 tahun.

Menurut laporan New York Post, lebih dari separuh pasien dewasa muda itu adalah laki-laki dan 57 persennya berkulit hitam. Temuan data ini sejalan dengan hasil studi sebelumnya yang mengatakan kelompok demografis tersebut memang rentan terinfeksi Covid-19.

Pasien

Nah, terkait dengan studi yang dilakukan, peneliti membuat daftar penyakit penyerta yang umum dan ditanyakan ke setiap pasien. Didapati data hampir satu dari empat pasien mengalami obesitas yang tidak sehat, 16 persen menderita hipertensi, dan 18 persen berjuang melawan diabetes.

"Orang dewasa muda dengan penyakit penyerta menghadapi risiko yang setara dengan lansia tanpa penyakit penyerta," tulis laporan yang diterbitkan di Jama Internal Medicine.

Peneliti pun menemukan fakta bahwa orang dewasa muda yang dirawat karena Covid-19 mengalami tingkat efek samping yang signifikan. Datanya ialah 21 persen membutuhkan perawatan intensif, 10 persen menjalani ventilasi mekanis, dan hampir 3 persen meninggal dunia.

Baca Juga : Geger Balap Lari Liar di Tangsel, Pakar Kesehatan: Tujuan Sehatnya Salah

Angka kematian pasien Covid-19 dewasa muda itu lebih banyak dibandingkan angka kematian pasien dengan infark miokard akut atau serangan jantung.

"Mengingat tingkat penularan Covid-19 yang terus meningkat di kalangan dewasa muda, temuan ini menggarisbawahi pentingnya tindakan pencegahan infeksi pada kelompok usia dewasa muda," saran penulis.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini