Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Takut Dibentak Dinilai Berjiwa Lemah, Ini Kata Psikolog!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 16 September 2020 10:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 16 620 2278487 takut-dibentak-dinilai-berjiwa-lemah-ini-kata-psikolog-Hh1BTWhS0o.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

Beberapa mahasiswa senior di salah satu perguruan tinggi Surabaya, Jawa Timur, jadi buah bibir di media sosial. Mereka dinilai salah ketika membentak mahasiswa baru dalam ospek online.

Video bentakannya pun kini viral di media sosial. Bentakan tersebut dilontarkan senior usai mahasiswa baru mengaku tidak menggunakan ikat pinggang dalam acara ospek online tersebut.

Ospek Online

Hebohnya video berdurasi 30 detik tersebut memecah belah netizen, ada yang pro, tak sedikit juga yang kontra dengan tindakan pembentakan terhadap mahasiswa baru tersebut.

Okezone coba merangkum obrolan yang terjadi dan salah seorang netizen menyatakan, mereka yang takut dibentak itu berjiwa lemah. Seperti yang dituliskan @heeza****,

"Ya, enggak apa-apa sih. Setuju enggak setuju itu pilihan. Anda besok akan turun di tengah masyarakat, langsung diospek dengan kehidupan. Salam jiwa lemah," katanya.

Tidak bisa dipungkiri, masih banyak di tengah masyarakat anggapan bahwa tidak siap menerima bentakan berarti Anda lemah. Ada juga anggapan; 'di dunia kerja akan jauh lebih kejam dari sekadar bentakan di kampus'.

Baca Juga : 5 Gaya 'Stay at Home' Kartika Wijaksana Istri Uus, Bikin Gagal Fokus!

Hal itu sepertinya dijadikan pembenaran ketika seseorang ingin melontarkan bentakan. Padahal, menurut Psikolog Klinis Meity Arianty, tidak ada dampak positif dari membentak seseorang.

"Dari sudut pandang manapun, membentak tidak pernah memberikan dampak positif. Kalau Anda berhasil dengan bentakan atau bahkan merasa lebih kuat dengan bentakan, saya mau lihat bagaimana hidup Anda beberapa tahun lagi dan bagaimana Anda memperlakukan diri Anda dan orang lain. Bisa jadi 'sakit' Anda belum terlihat," terang Mei saat diwawancarai Okezone, Selasa (15/9/2020).

Ia menambahkan, harus menjadi catatan untuk semuanya, Anda tidak pernah tahu saat Anda melakukan bentakan, apa yang lagi diproses di otak orang yang dibentak dan bagaimana kondisi dia saat menerima bentakan tersebut.

"Jika orang itu punya trauma sebelumnya, akan lebih mudah Anda menyakiti bahkan mungkin membunuhnya perlahan-lahan tanpa Anda sadari," sambungnya.

Cyber Bullying

Mei melanjutkan, mungkin Anda punya anggapan bahwa takut dibentak itu artinya lebay, cengeng, mentalnya enggak kuat, berjiwa lemah, tapi sekali lagi, tolak ukurnya itu bukan diri Anda, tapi ada orang lain di luar sana yang berbeda dengan Anda.

"Ingat, jika Anda melakukan sesuatu ke orang lain termasuk di sini membentak, coba pikirkan dampaknya bukan diri Anda tolak ukurnya, tapi tolak ukurnya itu orang lain yang mungkin berbeda dengan Anda," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini