Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

7 Fakta Utang Luar Negeri RI Naik Terus, Kini Tembus Rp6.063 Triliun

Safira Fitri, Jurnalis · Senin 21 September 2020 08:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 20 620 2280797 7-fakta-utang-luar-negeri-ri-naik-terus-kini-tembus-rp6-063-triliun-swGuNahDFU.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pertumbuhan utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Juli 2020 tercatat 4,1% (year on year/yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 5,1% (yoy).

"Perkembangan ini didorong oleh menurunnya pertumbuhan ULN swasta di tengah pertumbuhan ULN Pemerintah yang relatif stabil," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko di Jakarta, Selasa (15/9/2020).

Baca Juga: Rasio Utang RI Sentuh 34,5% dari PDB, Masih Aman?

Adapun berikut ini adalah fakta-fakta terkini terkait ULN Indonesia yang berhasil dirangkum oleh Okezone, Jakarta, Senin (21/9/2020).

1. ULN Indonesia Sebesar Rp6.063 Triliun

Posisi ULN Indonesia tercatat sebesar USD409,7 miliar atau setara Rp6.063 triliun (kurs Rp14.800 per USD) pada akhir Juli 2020. Terdiri dari ULN sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) sebesar USD201,8 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD207,9 miliar.

2. Relatif Stabil

ULN pemerintah pada Juli 2020 tumbuh relatif stabil. Posisi ULN pemerintah pada akhir Juli 2020 tercatat sebesar 199,0 miliar dolar AS atau tumbuh 2,3% (yoy), relatif stabil dibandingkan pertumbuhan bulan Juni 2020 sebesar 2,1% (yoy).

Baca Juga: Ditanya DPR soal Utang, Sri Mulyani Bilang Begini

3. Dikelola secara Terukur dan Hati-Hati

ULN pemerintah dikelola secara terukur dan berhati-hati untuk mendukung belanja prioritas pemerintah, yaitu sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,6% dari total ULN Pemerintah), sektor konstruksi (16,5%), sektor jasa pendidikan (16,4%), sektor jasa keuangan dan asuransi (11,9%), serta sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (11,8%).

4. ULN Swasta Melambat

Pertumbuhan ULN swasta pada Juli 2020 tercatat 6,1% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada Juni 2020 sebesar 8,3% (yoy). "Perkembangan ini dipengaruhi oleh berlanjutnya perlambatan pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK) dan kontraksi ULN lembaga keuangan (LK)," papar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko.

ULN PBLK tumbuh 8,7% (yoy), melambat dari pertumbuhan bulan sebelumnya 11,5% (yoy). Sementara itu, ULN LK terkontraksi 2,2% (yoy), sedikit meningkat dari kontraksi pada bulan sebelumnya sebesar 1,9% (yoy).

5. Sektor Pangsa ULN Terbesar

Beberapa sektor dengan pangsa ULN terbesar, yakni mencapai 77,2% dari total ULN swasta, adalah sektor jasa keuangan & asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas & udara dingin (LGA), sektor pertambangan & penggalian, dan sektor industri pengolahan.

6. Struktur Tetap Sehat

Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir Juli 2020 sebesar 38,2%, meningkat dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 37,4%. Struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang dengan pangsa 89,1% dari total ULN.

7. Pemerintah Tingkatkan Pantauan

"Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya," jelas Onny Widjanarko.

Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menyokong pembiayaan pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini