Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Guyur Insentif, Sri Mulyani Bidik Penerimaan Perpajakan Rp1.444 Triliun

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 30 September 2020 11:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 30 620 2286042 guyur-insentif-sri-mulyani-bidik-penerimaan-perpajakan-rp1-444-triliun-jhBJaONyRL.jpg Sri Mulyani Incar Pajak Rp1.444 Triliun pada 2021. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih menyiapkan insentif pajak untuk tahun depan. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, 2021 tetap difokuskan untuk memberikan dukungan insentif secara selektif dan terukur dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi serta melanjutkan reformasi pajak.

"Untuk bisa tetap menjaga keseimbangan antara melakukan peningkatan penerimaan perpajakan baik pajak dan bea cukai. Namun, di sisi lain kita tetap mendukung perekonomian, maka fokus untuk reform di bidang perpajakan akan terus," kata Sri Mulyani dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (29/9/2020).

Baca Juga: Pajak 0%, Gaikindo Irit Bicara soal Penurunan Harga Mobil

Dia melanjutkan, penerimaan perpajakan ditargetkan mencapai Rp1.444,5 triliun. Sementara penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) diproyeksikan sebesar Rp298,2 triliun.

"Adanya target Rp1.444,5 triliun, ini berarti akan ada kenaikan sekitar 2,9% dari penerimaan tahun 2020 yang diperkirakan sebesar Rp1.404,5 triliun," bebernya.

Baca Juga: Pajak Mobil Baru 0% Vs Lesunya Daya Beli Masyarakat

Sebagai informasi, penerimaan pajak dalam kepabeanan dan cukai ditargetkan sebesar Rp215,0 triliun atau meningkat sebesar 4,5% dari target Perpres Nomor 72 Tahun 2020, yang disertai dengan dukungan percepatan pemulihan dan transformasi ekonomi serta penguatan pengawasan yang terintergrasi.

Lalu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) diproyeksikan sebesar Rp298,2 triliun, yang didukung oleh prospek meningkatnya harga komoditas utama dunia terutama minyak bumi serta optimalisasi penerimaan dari pelayanan PNBP Kementerian/Lembaga dan BLU sejalan dengan membaiknya aktivitas masyarakat.

Sedangkan, penerimaan hibah diperkirakan mencapai Rp0,9 triliun antara lain ditujukan untuk program-program pengembangan desa dan perkotaan termasuk penyediaan air bersih dan penanganan perubahan iklim.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini