Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menguji Efektivitas Remdesivir untuk Pasien Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 01 Oktober 2020 15:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 620 2286816 menguji-efektivitas-remdesivir-untuk-pasien-covid-19-ITEhWLHN6o.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

Efek samping

Obat Remdesivir dipercaya mampu mengobati pasien Covid-19 dalam kondisi kritis. Obat yang sudah dipakai untuk mengatasi Ebola ini pun kini mulai dipakai di Indonesia dengan nama obat Covifor.

Ya, obat keluaran PT Amarox Global Pharma yang berkolaborasi dengan Kalbe Indonesia tersebut secara resmi bisa dipergunakan untuk semua rumah sakit di Indonesia. Dengan menggunakan obat tersebut, diharapkan kesembuhan pasien Covid-19 kritis dapat dicapai dengan maksimal.

Obat Covid

Mengantongi persetujuan Emergency Use Authorization (EUA) untuk Remdesivir dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), rencananya obat tersebut supply-nya tidak terbatas, sesuai dengan permintaan.

"Antivirus Covifor yang dipasarkan di Indonesia ini tanpa batas penyediaannya, karena kapasitas produksinya di India pun besar. Untuk harganya sendiri, satu dosisnya dihargai Rp3 juta. Untuk pemakaiannya sendiri, tergantung dari kondisi medis pasien pastinya," terang Country Manager of PT Amarox Pharma Global, dalam acara Peluncuran Obat Antivirus Covifor (Remdesivir) untuk Pasien Covid-19 di Indonesia, Kamis (1/10/2020).

Dilanjutkan Presiden Director of PT Kalbe Farma Tbk, Vidjongtius, dengan adanya obat ini di Indonesia, diharapkan angka kesembuhan pasien Covid-19 bisa terus naik. "Kami berusaha untuk menyediakan pengobatan yang sangat dibutuhkan sekarang ini dan dengan adanya antivirus Covifor, kesembuhan pasien bisa terus bertambah," tambahnya.

Di sisi lain, Dokter Spesialis Penyakit Paru dr Erlina Burhan, SpP(K), menjelaskan bahwa obat yang mengandung Remdesivir ini memiliki efek samping yang perlu dikenali oleh pemakainya.

"Diduga, obat ini akan memengaruhi hati atau liver dan juga ginjal pasien Covid-19. Karena itu juga, obat ini tidak diperkenankan diberikan untuk pasien Covid-19 yang memiliki riwayat penyakit ginjal dan liver," papar dr Erlina.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini