Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pilkada Serentak 2020, Jaga Jarak dan Cegah Kerumunan Jadi Tantangan Terberat KPU

Riezky Maulana, Jurnalis · Kamis 01 Oktober 2020 16:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 620 2286872 pilkada-serentak-2020-jaga-jarak-dan-cegah-kerumunan-jadi-tantangan-terberat-kpu-yDVC8A9W7V.jpg Ilustrasi pilkada. (Foto : Dok Okezone)

JAKARTA – Anggota Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi mengungkap beberapa kesulitan yang dialami KPU dalam menggelar Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, penerapan protokol kesehatan, seperti jaga jarak dan menghindari kerumunan adalah tantangan tersulit untuk dikendalikan.

Meski begitu, untuk penggunaan masker saat kampanye, Raka mengaku banyak orang yang sudah menaatinya.

"Memang tantangan terbesar adalah ketaatan tentang protokol itu sendiri. Jadi yang paling sulit di lapangan adalah bagaimana menghindari kerumunan dan menjaga jarak. Itu yang saya lihat. Tetapi kalau tentang masker, di sejumlah daerah sudah terlaksana meski ada juga yang belum. Menjaga jarak ini yang sangat sulit," ucapnya dalam webinar bertajuk Mewujudkan Pilkada Serentak 2020 yang Sehat dan Berbudaya, Kamis (1/10/2020).

Kesulitan tersebut, kata Raka, diakibatkan kultur masyarakat Indonesia yang gemar untuk melakukan hal-hal secara bersama dan komunal. Secara sosiologi, silaturahmi menjadi hal yang terpenting bagi masyarakat Indonesia.

"Kalau kita lihat secara kultural dan secara sosiolgis, masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang penuh dengan kebersamaan, masyarakat yang komunal. Dimana silaturahmi itu menjadi sangat penting. Saya kira ini adalah karakter kita yang dibangun sejak kita kecil," katanya.

"Jadi kalau ketemu teman, sahabat, ketemu senior, ketemu guru yang kita hormati tentulah kita mendekat, bersalaman, menyampaikan rasa silaturami dan rasa hormat kita," ujarnya.

Raka berharap, di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini, kebiasaan tersebut dapat diubah secara perlahan. Menurutnya, merubah kebiasaan tersebut sangat penting untuk mewujudkan Pilkada yang tetap mengedepankan protokol kesehatan secara maksimal.

Baca Juga : Bawaslu : Kampanye Pilkada 2020 di 35 Daerah Langgar Protokol Kesehatan

"Mengubah ini tentu memerlukan komitmen. Kemudian tidak bersalaman, tidak mendekat dan seterusnya. Ini adalah sebuah perubahan paradigma kebudayaan yang sangat penting kalau kita ingin bisa menerapkan protokol kesehatan ini dengan baik," katanya.

Baca Juga : Waspadai Merebaknya Covid-19 di Kampanye Pilkada Serentak 2020

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini