Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Fakta Curhat Pedagang soal Omzet Turun, Jokowi Sebut Negara Minus

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 04 Oktober 2020 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 03 620 2287909 5-fakta-curhat-pedagang-soal-omzet-turun-jokowi-sebut-negara-minus-R0sANFXhxi.jpg Jokowi (Foto: Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan dengan pedagang kecil. Jokowi pun mendapatkan keluhan dari pedagang kecil akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Jokowi melakukan pertemuan dengan pedagang kecil dalam rangka membagikan bantuan modal kerja (BMK) Rp2,4 juta.

Berikut fakta-faktanya sepert dirangkum Okezone, Jakarta, Minggu (4/10/2020):

1. Jokowi Sebut Negara Minus

Salah seorang pedagang asongan yang biasa menjajakan permen, makanan hingga kopi curhat bahwa dirinya kehilangan omzet hingga 70% selama pandemi corona atau Covid-19.

"Saya kebetulan sudah lama pak asong keliling seputar kota Bogor, Pasar Anyar, Pasar Bogor. (Yang dijual) permen, tisu, modalya sekitar satu jutaan segala macam makanan, kopi, sekarang menurun hampir 70%, capek, Alhamdulillah dulu kebagian Rp150.000, Rp200.000, Rp100.000, sekarang kadang Rp60.000," ucap pedagang tersebut kepada Jokowi, Selasa (29/9/2020).

"Alhamdulillah masih dapat," timpal Jokowi.

Jokowi mengingatkan pengusaha cilik harus tetap bersyukur walaupun mendapatkan omzet yang kecil. Pasalnya, semua pihak terdampak ekonominya oleh pandemi corona ini, termasuk negara.

"Semua harus disyukuri, wong yang namanya negara defisit kok, negara sama, negara di tahun ini kita minus, income pendapatannya, bukan sesuatu yang gampang. Sama sebetulnya," jelas Jokowi.

2. Jokowi Minta Pedagang Semangat

Jokowi berharap pengusaha cilik tak kendor semangatnya untuk tetap bertahan. Apalagi saat ini dirinya telah memberikan bantuan sebesar Rp2,4 juta. Dia berharap uang ini dapat dipergunakannya dengan baik sehingga bisa menaikkan perekonomian mereka.

"Sekali lagi saya harapkan jangan semangatnya kendor harus tetap berjualan, meski untungnya Rp60.000, Rp50.000 sudah yang penting ada keuntungan di situ dan mungkin kerja lebih keras lagi, tidak mungkin seperti hari biasa saya kira memang kondisi sangat sulit tapi Insya Allah akhir tahun ini vaksin sudah bisa disuntikkan ke masyarakat kondisinya sedikit demi sedikit bisa pulih, kembali normal, kita berdoa semua," pungkas dia.

 

3. Jangan Sampai Gulung Tikar

Seorang pedagang siomay di Bekasi, Warga, menceritakan omzetnya menurun drastis selama pandemi corona.

"(Omzetnya) cuma Rp200.000 biasanya dapat Rp500.000, Rp600.000. Kalau Rp200.000 belum ada keuntungan Pak, di bawah target," ujarnya kepada Jokowi, Jakarta, Rabu (30/9/2020).

Jokowi pun meminta pedagang tetap bersyukur kendati omzetnya menurun. Pasalnya, semua unit usaha mengalami hal serupa, termasuk negara.

Terpenting, lanjut Jokowi, para pengusaha cilik harus tetap bertahan di tengah pandemi corona, jangan sampai dagangannya ditutup atau gulung tikar. Kerja keras mutlak diperlukan.

"Ya itu masih bagus, karena yang gede-gede dan menengah tutup banyak banget. Yang paling penting jangan sampai bapak ibu tutup, harus bertahan sampai keadaan kembali normal," jelasnya.

4. Curhat Pedagang Ketupat Sayur

Salah seorang pedagang ketupat sayur di Jakarta, curhat kepada Presiden Jokowi bahwa omzetnya turun drastis akibat pandemi corona. Padahal ia sudah berupaya keras untuk bertahan.

"Saya jual ketupat sayur Padang. (Modal) biasanya di atas Rp300 ribu. (Omzetnya) di bawah Rp100 ribu sehari-hari. (Jualannya) sholat subuh dulu baru keliling pasar. Setengah 12 (siang) baru pulang," ucapnya.

Jokowi pun mafhum melihat realitas seperti itu. Pasalnya, baik usaha kecil, mikro, menengah hingga besar juga mengalami hal serupa.

Terpenting, lanjut Jokowi, para pengusaha cilik harus tetap bertahan di tengah pandemi corona, jangan sampai dagangannya ditutup atau gulung tikar. Kerja keras mutlak diperlukan.

"Dapat bantuan modal kerja Rpp2,4 juta sisa banyak," imbuh Jokowi.

Jokowi lalu bertanya ke pedagang ketupat sayur tersebut mengenai virus corona. "Saya mau tanya dulu sebentar, kalau menurut bapak Covid itu apa?" Tanyanya.

Sang pedagang pun menjawab bahwa virus corona ibarat iblis atau setan karena telah merontokkan perekonomian mereka.

"Kalau menurut saya pribadi (virus corona itu) iblis, iblis, setan," tandasnya.

5. Pedagang Harus Bersyukur

Jokowi mendapati adanya pedagang yang masih tetap memperoleh keuntungan di tengah pandemi covid-19 ini.

Pedagang tersebut mengaku tetap untuk meskipun mengalami penurunan dari sebelum covid Rp150.000 menjadi Rp70.000 per hari.

“Kalau masih ada keuntungan dan situasi sulit seperti itu patut kita syukuri. Usaha gede-gede saja banyak yang tutup, usaha menengah juga banyak yang tutup, PHK. Sehingga alau masih ada keuntungan yang Ibu sampaikan tadi patut kita syukuri berapapun.Tapi jangan sampai kita ini tutup,” katanya di Labuan Bajo, Kamis (1/10/2020).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini