Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waktu Tak Bisa Sembuhkan Luka Batin, Coba 5 Cara Ini!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 13 Oktober 2020 12:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 13 620 2292800 waktu-tak-bisa-sembuhkan-luka-batin-coba-5-cara-ini-B3wHJlIbez.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

Sakit hati atau luka batin bisa dirasakan oleh semua manusia. Perasaan sedih ataupun kecewa tersebut bisa terjadi di masa kecil maupun sudah dewasa dan jika tidak diatasi, akan menetap di sana dan menjadi masalah baru.

Namun, beberapa orang memilih untuk membiarkan luka batin atau sakit hati tersebut menetap dalam dirinya. Beberapa bahkan berharap waktu yang akan menyembuhkan.

Makanya, jangan heran jika ada orang yang beranggapan begini, 'Nanti juga sembuh sendiri sejalannya waktu'. Tapi, apakah memang luka batin bisa sembuh sejalannya waktu? Bagaimana psikolog menilai anggapan tersebut?

Depresi

Dijelaskan Psikolog Klinis Dewasa M Ari Wibowo, yang namanya luka batin itu tidak bisa disembuhkan waktu. "Tidak bisa dipungkiri, ada orang yang kalau ngalamin musibah mikirnya waktu bakal nyembuhin. Selama jalanin hidup, nanti sembuh sendiri," tuturnya pada Okezone, beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Mengenal Quarter Life Crisis, Ketika Anak Muda Merasa Hidupnya Tak Berguna

Menurut Ari, waktu tidak bisa menyembuhkan luka batin. "Manusia tidak bisa mengandalkan waktu untuk menyembuhkan luka batinnya. Obatnya itu harus memaafkan untuk bisa sembuh," paparnya.

Lebih lanjut, dijelaskan Psikoterapis Sean Grover, L.C.S.W., dalam laman Psychology Today, ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan luka batin atau sakit hati. Berikut penjelasannya:

1. Menghargai rasa sakit itu sendiri

Depresi

Ketika Anda mengabaikan rasa sakit hati, maka lukanya akan semakin parah. Karena itu, untuk menyembuhkannya, Anda harus melewati pintu kesedihan tersebut.

"Hargai rasa sakitnya, jangan lari. Luangkan waktu untuk merenung dan biarkan diri Anda berduka atas luka tersebut. Pastikan Anda berada di kelompok atau lingkungan yang satu frekuensi dengan Anda supaya tetap mendapatkan dukungan," kata Grover.

2. Menyendiri

Memasuki ruang sendiri adalah bagian dari proses penyembuhan, tapi terlalu lama di ruang sendiri pun tidak sehat. Ingat, rasa sakit yang teramat dalam biasanya memunculkan perasaan menyalahkan diri sendiri. Selagi Anda menyendiri, usahakan untuk tetap terkoneksi dengan orang lain yang tentunya bisa membuat Anda tenang.

3. Istirahat

Ini poin yang sangat penting. Istirahat di sini bisa dimaknai dengan Anda menepi sejenak untuk fokus pada hal yang membuat Anda bahagia dan setiap orang punya caranya masing-masing. Meskipun pada kenyataannya, luka batin itu akan tetap ada dan bisa muncul sewaktu-waktu, tetapi setidaknya perasaan Anda jauh lebih kuat sekarang.

4. Petik hikmahnya

Depresi

"Saya pernah mendengar ungkapan bahwa untuk bisa menjadi orang yang hebat, kita semua harus melewati jalan berlubang dulu alias melewati banyak masalah dan berhasil melaluinya," kata Grover.

Karena itu, amat penting bagi Anda yang sekarang sedang mengalami luka batin untuk merenungi masalah tersebut dan jangan menyalahkan diri sendiri atas masalah itu. Sebaliknya, berikan diri Anda belas kasih dari Anda sendiri untuk terus merasa kuat.

"Pulih dari trauma emosional atau luka batin membuat Anda jauh lebih kuat, lebih bijaksana, dan lebih tangguh," terang Grover.

5. Melangkah maju!

Tak sedikit mungkin dari Anda yang membiarkan luka batin itu menetap lama di hati dan pikiran. Setelah Anda memberi diri Anda waktu untuk berduka, kini saatnya Anda melangkah maju.

Ya, Grover memberi pernyataan seperti ini; "Apakah saya akan membiarkan rasa sakit emosional ini menahan diri saya dan membuat saya terus terluka? atau saya menggunakan rasa sakit ini untuk mendorong saya ke arah yang lebih baik?" Jawaban ada pada diri Anda sendiri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini