Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sebelum Vaksinasi Covid-19, Ketahui Alasan Tak Boleh Divaksin saat Demam

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 21 Oktober 2020 11:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 620 2297080 sebelum-vaksinasi-covid-19-ketahui-alasan-tak-boleh-divaksin-saat-demam-RJnGi2fLlg.jpg Ilustrasi (Foto : Medicalnewstoday)

Banyak dari Anda bertanya-tanya, kenapa saat demam vaksinasi tidak boleh dilakukan. Jawabannya ternyata menyangkut dengan keselamatan nyawa.

Ya, dalam laporan Focus for Health, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menjelaskan bahwa sejatinya Anda atau anak Anda boleh divaksin jika sakitnya ringan. Tapi, kalau ada gejala demam, direkomendasikan untuk menunggu sampai tubuhnya benar-benar sehat.

"Anda tidak usah menunda pemberian vaksin jika penyakit yang dialami sangat ringan atau sedang minum antibiotik untuk penyakit ringan," terang CDC.

Namun, Anda diharapkan menunda divaksin jika memiliki penyakit sedang hingga berat atau sedang mengonsumsi antivirus. Kalau memang Anda atau anak Anda sakit parah, sangat disarankan untuk tunggu sampai tubuhnya pulih dan benar-benar sehat.

Kenapa begitu?

Suntik Vaksin

Bukan tanpa alasan ternyata. Pertama, para peneliti melakukan uji coba keamanan dan kemanjuran vaksin tidak pada orang yang sakit. Uji keamanan pra-lisensi untuk vaksin hanya mencakup individu yang sehat. Sehingga, tidak ada data klinis prospektif yang menunjukkan respons orang yang sakit terhadap vaksinasi.

Baca Juga : Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sudah Setengah Jalan, BPOM: Tak Ditemukan Reaksi Berlebihan

Surveilans keamanan pada populasi itu dilakukan secata retroaktif melalui Sistem Pelaporan Kejadian Merugikan Vaksin (VAERS), tetapi pelaporan yang kurang melalui sistem surveilans pasif ini dapat merusak temuan. Efektivitas juga dapat menjadi masalah saat memvaksinasi orang yang sakit.

"Jika anak Anda sibuk melawan satu infeksi, sistem kekebalan mereka mungkin tidak membangun antibodi yang diperlukan untuk melindungi mereka dari infeksi yang diimunisasi. Ini membuat mereka malah rentah rentan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin," tulis laporan tersebut. 

Lebih lanjut, jika Anda atau anak Anda menerima vaksin saat sedang sakit karena virus, ini membuat munculnya kemungkinan patogen masuk ke sistem saraf pusat dan menyebabkan penyakit parah yang mengancam jiwa.

Suntik Vaksin

Ya, sistem saraf terlindungi dengan baik dari sebagian besar infeksi, tetapi pertahanan alami tergangu dan itu dapat menjadi rentan terhadap infeksi virus pada sistem saraf pusat (SSP).

Cedera pada otot adalah salah satu cara sistem saraf dapat dikompromikan karena jaringan otot rangka dipersarafi dengan sel saraf tepi. Contoh cendera otot termasuk gigitan hewan, luka dalam, dan luka tusuk akibat imunisai. Begitu berada di dalam jaringan otot yang cedera, virus dapat menyebar ke saraf tepi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini