Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia Sembilan Bulan Bersama Pandemi Covid-19, Ini Kata Psikolog

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 06 November 2020 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 620 2305304 indonesia-sembilan-bulan-bersama-pandemi-covid-19-ini-kata-psikolog-L5ZOo26beo.jpg (Foto: Dok Okezone)

Tidak terasa sembilan bulan pandemi Covid-19 menjadi perhatian semua kalangan, khususnya di Indonesia. Pandemi mempengaruhi berbagai sektor, termasuk ekonomi. Resesi tidak terelakan, terbukti dengan banyaknya karyawan yang dirumahkan, bisnis gulung tikar dan lain-lain.

Dalam situasi sulit seperti ini, rasanya ingin sekali teriak. Namun, apakah cara tersebut bisa mengubah keadaan? Stres berkepanjangan menjadi kekhawatiran tersendiri.

Psikolog Klinis Meity Arianty menerangkan, bahwa sebaiknya pikiran seperti itu tidak dibiarkan ada di benak semua orang. Sebab, sadar atau tidak, Anda sejatinya sudah berhasil sampai ada di momen sekarang. Itu adalah bentuk capaian yang harus disyukuri.

"Sembilan bulan sudah Anda melewati pandemi. Sadarkah Anda melewati itu dan masih bertahan sampai sekarang? Jadi, Anda itu adalah sosok yang luar biasa dan karena itu, bukan waktunya lagi untuk stres," papar Mei melalui pesan singkat, Jumat (6/11/2020).

Mei melanjutkan, di situasi sekarang, sebaiknya tidak ada pembahasan menyoal bagaimana mencegah depresi. Sebab, pada kenyataannya Anda sudah berhasil melewati hari demi hari di masa sulit seperti ini adalah bentuk nyata bahwa Anda memang mampu dan berhasil.

"Sekarang itu menurut saya adalah momen kita menerima semuanya, bahkan menikmati setiap prosesnya. Jadi, yang masih stres dan depresi karena menolak adanya pandemi dan mengeluh dengan keadaan, padahal seharusnya keluhan itu adanya di awal-awal pandemi saja, ya, harusnya Anda sadar Anda mampu melewatinya," ungkap Mei.

 Tidak terasa sembilan bulan pandemi Covid-19 menjadi perhatian semua kalangan, khususnya di Indonesia.

Baca juga: Sore Ini Menkes Menghadap WHO Sampaikan soal Penanganan Covid-19

Ibarat anak tangga, harusnya saat ini semua orang sudah ada di tangga tengah mencapai puncak. Tapi, jika Anda merasa masih tetap di tangga bawah, kata Mei, ada baiknya disadari kembali bahwa Anda sudah berjalan sejauh ini dan bukan berada di tangga dasar.

Untuk menciptakan suasana hati yang lebih positif, diperlukan kesadaran tinggi oleh semua orang tentang apa yang membuatnya masih bertahan sampai sekarang. "Itu saya sebut dengan istilah formula dan setiap orang punya formulanya masing-masing untuk tetap bertahan hingga titik sekarang," sambungnya.

Jadi, yang harus dilakukan sekarang adalah bila Anda belum menemukan formula menjalani hidup di masa sulit ini, maka carilah. Bila sudah, maka yang harus dilakukan adalah terus percaya bahwa semua akan baik-baik saja. Kebahagiaan itu tetap masih ada meski di situasi seperti sekarang.

"Bahagia itu kita yang buat. Bahagia itu kita yang mengusahakan. Bahagia itu harus dilakukan," kata Mei.

Dia pun menyarankan semua orang untuk bersyukur di momen seperti sekarang. Ini menjadi langkah penting agar diri Anda tetap waras dan sehat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini