Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Labuan Bajo Lolos Sertifikasi CHSE, Wishnutama: Wisatawan Nyaman Berlibur

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 13 November 2020 11:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 13 620 2308930 labuan-bajo-lolos-sertifikasi-chse-wishnutama-wisatawan-nyaman-berlibur-RbCLPrJfRB.jpg Menparekraf Wishnutama. (Foto: Dimas/Okezone)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio memastikan industri hotel dan restoran di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, memiliki sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability). Sertifikasi CHSE dapat menciptakan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan saat traveling.

Menparekraf Wishnutama Kusubandio, mengatakan saat ini sertifikasi CHSE merupakan hal yang sangat penting untuk industri pariwisata. Setiap destinasi wisata wajib menerapkan protokol kesehatan untuk memulihkan kepercayaan wisatawan.

“Sertifikasi ini sudah diselaraskan dengan berbagai macam organisasi pariwisata dunia, seperti UNWTO dan CTTI, serta Kementerian Kesehatan,” kata Wishnutama dalam konferensi pers Simulasi Kesehatan, Keamanan dan Keselamatan Destinasi Super Prioritas, di Hotel Inaya Bay Komodo, Labuan Bajo, Kamis 12 November 2020.

Sebelumnya, Kemenparekraf telah melaksanakan program sertifikasi CHSE gratis bagi industri pariwisata di 34 provinsi di Indonesia. Termasuk hotel, restoran dan seluruh objek wisata di Tanah Air.

Di Labuan Bajo misalnya, baru ada tiga hotel yang telah memiliki sertifikasi CHSE, yaitu Hotel Inaya Bay, Ayana Komodo Resort, dan The Jayakarta Suite Komodo. Sedangkan, Pelataran Komodo Resort sedang dalam proses dan nantinya beberapa hotel dan restoran juga akan melakukan sertifikasi serupa.

"Ini sangat penting untuk menuju pariwisata Indonesia yang jauh lebih berkualitas. Tentunya tidak akan terwujud bila tidak bisa memberikan rasa aman kepada wisatawan," tegas Wishnutama.

Baca Juga: Diterpa Video Syur, Intip Pose Gisel, Jedar dan Anya Geraldine Floating Breakfast

 

Sementara itu, Direktur Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores Shana Fatina, menuturkan, ke depan wisatawan tidak perlu khawatir untuk datang ke Labuan Bajo. Karena saat ini pelaku usaha hotel dan restoran sedang dalam proses sertifikasi CHSE.
“Dengan sertifikasi CHSE, kami siap dan akan berupaya menjamin kesehatan, keselamatan, dan keamanan tiap wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo,” kata Shana.
Selain mengutamakan serifikasi CHSE, Shana menambahkan ke depan pariwisata akan menuju ke teknologi digital. Dengan memanfaatkan aplikasi Indonesia Care, wisatawan dapat mengetahui destinasi wisata mana saja yang sudah tersertifikasi CHSE atau lokasi mana saja yang merupakan green zone.
“Selain itu, wisatawan juga dapat mengetahui mana saja hotel, kapal-kapal, dan restoran yang sudah mendapatkan sertifikasi CHSE. Sehingga ketika terjadi situasi darurat, wisatawan dapat mengklik emergency call dan akan langsung terhubung ke posko terpadu, dilanjutkan langsung ke instansi yang akan melakukan follow up, sehingga respon akan lebih cepat ditanggap. Hal ini dilakukan agar wisatawan merasa aman dimanapun mereka berada selama berwisata di Labuan Bajo,” ujar Shana.

Sementara itu, Direktur Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores Shana Fatina, menuturkan, ke depan wisatawan tidak perlu khawatir untuk datang ke Labuan Bajo. Karena saat ini pelaku usaha hotel dan restoran sedang dalam proses sertifikasi CHSE.


“Dengan sertifikasi CHSE, kami siap dan akan berupaya menjamin kesehatan, keselamatan, dan keamanan tiap wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo,” kata Shana.


Selain mengutamakan serifikasi CHSE, Shana menambahkan ke depan pariwisata akan menuju ke teknologi digital. Dengan memanfaatkan aplikasi Indonesia Care, wisatawan dapat mengetahui destinasi wisata mana saja yang sudah tersertifikasi CHSE atau lokasi mana saja yang merupakan green zone.


“Selain itu, wisatawan juga dapat mengetahui mana saja hotel, kapal-kapal, dan restoran yang sudah mendapatkan sertifikasi CHSE. Sehingga ketika terjadi situasi darurat, wisatawan dapat mengklik emergency call dan akan langsung terhubung ke posko terpadu, dilanjutkan langsung ke instansi yang akan melakukan follow up, sehingga respon akan lebih cepat ditanggap. Hal ini dilakukan agar wisatawan merasa aman di manapun mereka berada selama berwisata di Labuan Bajo,” ujar Shana.

Baca Juga: 6 Kota Tertua di Dunia, Objek Wisata Sejarah Peradaban Manusia

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini