Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Neraca Perdagangan Surplus Lagi, Apa Manfaatnya?

Kunthi Fahmar Shandy, Jurnalis · Senin 16 November 2020 13:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 16 620 2310327 neraca-perdagangan-surplus-lagi-apa-manfaatnya-cfVUBkXsTJ.jpeg Ekspor-Impor Perdagangan di Pelabuhan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - BPS mencatat surplus neraca dagang sebesar USD3,61miliar. Angka surplus ini sesuai dengan prediksi melihat masih rendahnya permintaan bahan baku industri di dalam negeri.

Impor bahan baku yang turun 5% dibandingkan bulan September 2020 atau minus 415,7 juta USD mencerminkan produsen masih menahan kenaikan produksi karena daya beli konsumen masih turun.

Baca Juga: Indonesia Resesi, Neraca Dagang Oktober Surplus USD3,61 Miliar

"Data ini sejalan dengan indeks penjualan riil BI yang terkontraksi 8,7% pada bulan September. Indeks keyakinan konsumen pun masih menurun dari 83,4 menjadi 79 pada Oktober," kata Ekonom Bhima Yudhistira saat dihubungi di Jakarta, Senin (16/11/2020).

Selama konsumen kelas menengah dan atas tahan belanja maka industri tidak berani menambah stok pasokan bahan baku termasuk bahan baku impor.

 

Selain itu dari sisi impor barang konsumsi negatif -7,58% dibanding bulan sebelumnya. "Padahal pelaku usaha kan biasanya stok impor barang konsumsi untuk mempersiapkan Harbolnas 11.11 pada bulan berikutnya," ungkap dia.

Selain itu penjualan lewat e-commerce meskipun naik tapi belum bisa mengimbangi penurunan tajam pada ritel konvensional. "Ini berarti konsumsi memang belum pulih," kata dia.

Sementara dari kinerja ekspor non migas ada kenaikan 3,54% secara month to month. Ekspor disupport oleh perbaikan permintaan di China yang naik 8,9% dibanding bulan sebelumnya. Porsi ekspor ke China juga merangkak menjadi 18,6% dari total ekspor. Sementara di ASEAN terjadi pembalikan arah dengan pertumbuhan kinerja ekspor yang positif 8,45%.

"Ini kabar baiknya ada pemulihan ekspor yang lebih cepat, meskipun tetap perlu dicermati bahwa surplus masih disebabkan impor yang menurun cukup dalam karena aktivitas di dalam negeri belum pulih. Kita berharap ada perbaikan kualitas surplus perdagangan pada akhir tahun tersisa," beber dia.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini