Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Vaksin Covid-19 Tak Cukup Jamin Keamanan Perjalanan Luar Negeri

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 23 November 2020 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 620 2314398 vaksin-covid-19-tak-cukup-jamin-keamanan-perjalanan-luar-negeri-Dx5dLrADwj.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

Vaksin Covid-19 eksperimental Pfizer dan Modena dinilai para ahli sebagai angin segar dalam upaya mengatasi wabah. Tapi, vaksin bukanlah senjata pamungkas dari upaya mengakhiri pandemi.

Bahkan, para ahli mengatakan bahwa vaksin tidak akan cukup menjamin keamanan perjalanan luar negeri. Artinya, kehidupan normal belum bisa dirasakan meski vaksin Covid-19 disebar ke seluruh dunia.

Pada kasus di Australia misalnya, menurut kantor berita ABC, vaksinasi mungkin diperlukan bagi mereka yang pergi atau datang ke Australia, setelah pembatasan internasional dibuka kembali nantinya.

Hal ini bukan sesuatu yang baru. Ya, wisatawan yang tiba di Australia dari negara-negara berisiko demam kuning, mereka harus membawa sertifikat vaksinasi atau profilaksi internasional.

"Beberapa negara yang tak dapat melakukan vaksinasi akan tetap menjadi hotspot Covid-19 di masa depan dan inilah mengapa vaksinasi akan menjadi prasyarat perjalanan, seperti vaksinasi demam kuning," kata ahli epidemiologi Raina Maclntyre dari Kirby Institute di Universitas NSW, dilansir dari News.com.au.

Strategi lain untuk melindungi negara dari virus mungkin mewajibkan tes sebelum masuk ke suatu negara. Hal ini sudah dilakukan oleh beberapa negara yang menerima kunjungan internasional.

vaksin covid-19

Maladewa, Jerman, Portugal, Turki, Kroasia, Yunani, dan negara-negara kepulauan di Pasifik dan Karibia adalah beberapa negara tujuan di mana para pelancong diuji Covid-19 saat kedatangan atau meminta kedatangan menunjukkan bukti tes negatif Covid-29 sebelum penerbangan mereka.

Baca Juga : Menjadi Harapan, Benarkah Vaksin Covid-19 Aman?

Singapura sendiri sudah membuka aturan perbatasannya ke seumlah negara termasuk Australia, namun perjalanan bebas karantina dengan Hong Kong ditunda sejalan dengan lonjakan kasus yang mengkhawatirkan.

Berdasarkan aturan, siapapun yang akan masuk ke Singapura perlu diuji Covid-19 dan memberikan hasil negatif 72 jam sebelum keberangkatan. Singapura juga mewajibkan pengunjung untuk mengunduh aplikasi pelacakan kontaknya, mirip dengan aplikasi COVIDSafe yang kontroversial di Australia.

Pakar penyakit menular Paul Griffin dari Universitas Queensland mengatakan bahwa tidak ada calon vaksin Covid-19 yang disetujui dan dibutuhkan lebih banyak informasi untuk memberikan rasa aman pada masyarakat global.

"Kami membutuhkan informasi itu sebelum kami dapat mengatakan dengan tepat bagaimana vaksinasi Covid-19 akan diterapkan dan jenis batasan apa yang akan dikaitkan dengan proses itu," kata Dr Griffin.

Ia melanjutkan, dan itu tak akan menjadi satu-satunya solusi. Sebab, itu akan membutuhkan strategi mitigasi yang bersamaan, bahkan hal-hal sederhana seperti penggunaan masker pada orang yang tidak dapat menjaga jarak.

vaksin covid-19

Dia juga mengatakan bahwa perlu waktu lama sampai ada cakupan vaksinasi yang memadai agar risikonya benar-benar berkurang. Warga di suatu negara yang berharap melakukan perjalanan internasional pun akan bergantung pada pemerintah di seluruh dunia yang siap membuka kembali wisatawan dari negara lain.

Beberapa negara yang masih menutup perjalanan internasional adalah Vanuatu, Selandia Baru, Kanada, Indonesia, India, China, Jepang, Malaysia, Filipina, Hong Kong, Thailand, atau Vietnam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini