Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pendapatan per Kapita Naik dan Kesejahteraan Meningkat, Begini Caranya

Kamis 10 Desember 2020 14:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 10 620 2325203 pendapatan-per-kapita-naik-dan-kesejahteraan-meningkat-begini-caranya-TRtcY69hSQ.jpg Ekonomi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja memiliki semangat untuk mensejahterakan rakyat.

"Jika dicermati semangat dari UU Cipta Kerja itu pada mensejahterakan rakyat,” kata Pengamat ekonomi Djaka Badrayana di Jakarta, Kamis (10/12/2020).

Menurut dia, kesejahteraan masyarakat adalah tujuan yang harus dicapai oleh seorang pejabat publik, khususnya kepala negara dan daerah. Kesejahteraan yang dimaksud di sini dalam konteks ekonomi, yakni memiliki pendapatan yang layak.

"Yang harus jadi perhatian adalah bagaimana membuat kesejahteraan mereka meningkat, yang dalam indikator ekonomi berdasarkan pendapatan per kapita yang meningkat,” katanya.

Baca Juga: Serap Aspirasi UU Cipta Kerja, Menko Airlangga Berharap Kementerian & Lembaga Beri Penjelasan Lengkap 

Untuk meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat, lanjut Djaka, maka harus meningkatkan pertumbuhan Product Domestic Bruto (PDB), dengan mendorong konsumsi pemerintah lebih tinggi, investasi lebih tinggi dan ekspor dikurangi impor.

Dalam konteks Indonesia, faktor investasi begitu penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bagaimana investasi itu penting dan dapat meningkatkan kesejahteraan atau pendapatan masyarakat.

“Kalau ingin output naik, maka capital atau investasi, pekerja, teknologi dan semua faktor-faktor produksi itu harus ditingkatkan untuk berproduksi, menyerap tenaga kerja, menghasilkan barang yang akan dibeli masyarakat, mendapatkan untung dan modal baru lalu pekerjanya mendapatkan pendapatan. Itu efek kesejahteraan dari aktivitas investasi,” kata pengamat ekonomi tersebut.

 

Investasi menjadi sangat penting kehadirannya karena saat ini pekerja tersedia banyak di Indonesia, sumber daya, teknologi dan lahan juga tersedia. Kapital atau investasi menjadi faktor utama yang membuat faktor-faktor produksi lain itu menjadi produktif.

“Sebetulnya investasi bisa juga mengandalkan investor dalam negeri. Namun pertanyaannya, kenapa orang lebih cenderung memilih simpan uang di bank daripada menginvestasikannya di sektor produktif?” kata Djaka dilansir Antara.

Alasannya, menurut dia, aktivitas investasi bukan hanya didorong oleh faktor ekonomi semata. Bisa juga dipengaruhi oleh faktor non ekonomi. Seperti regulasi yang ada, izin yang berbelit-belit dan proses investasi yang tidak efisien dan lama ini mempengaruhi calon investor untuk enggan berinvestasi dan lebih memilih menyimpan uangnya di bank.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini