Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Arsenal Kalah dari Burnley, Arteta Sesalkan Kartu Merah Xhaka

Bagas Abdiel, Jurnalis · Senin 14 Desember 2020 17:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 14 620 2327514 arsenal-kalah-dari-burnley-arteta-sesalkan-kartu-merah-xhaka-tVEpThgMaP.jpg Mikel Arteta (Foto: Reuters)

LONDON – Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, mengkritik kapten Granit Xhaka yang menerima kartu merah dalam laga kontra Burnley di Emirates Stadium pada Minggu 13 Desember 2020 malam WIB. Sebab pada momen tersebut permainan Arsenal menjadi buyar hingga menelan kekalahan.

Pada laga lanjutan Liga Inggris 2020-2021 tersebut, Arsenal harus puas menelan kekalahan di kandang sendiri. Mereka menyerah 0-1 dari Burnley setelah sang striker Pierre-Emerick Aubameyang mencetak gol bunuh diri.

Arsenal vs Burnley

Sejatinya tim tuan rumah memiliki semua penguasaan bola dan peluang yang sabaik. Sampai akhirnya Xhaka mendapat kartu merah pada menit 56 karena melanggar keras Ashley Westwood di babak kedua.

Situasi tersebut jelas merugikan bagi Arsenal. Bahkan Arteta pun mengakui hal tersebut. Lebih sialnya lagi, Aubameyang membuat gol bunuh diri pada menit 73 yang semakin menenggelamkan Arsenal.

Baca juga Gol Bunuh Diri Aubameyang Buat Arsenal Keok Lawan Burnley

“Anda melihat performa para pemain, seberapa besar mereka menginginkannya, peluang yang kami ciptakan dan kemudian kami membuang permainan dengan kartu merah,” ungkap Arteta, mengutip dari Goal, Senin (14/12/2020).

“Kami memiliki total selama 60-70 menit dan seharusnya menang lebih awal,” tambah pelatih berpaspor Spanyol tersebut.

“Kami mendominasi penuh dari awal hingga akhirnya Granit Xhaka diusir keluar dari lapangan,” sambungnya.

Lebih lanjut, sejatinya sangat memuji semangat dan daya juang tinggi yang ditunjukkan anak asuhnya. Akan tetapi, rasa semangat mereka terjadi tidak pada tempatnya sehingga justru merugikan diri sendiri.

Arsenal vs Burnley

“Kami menciptakan semua peluang, menekan, sikap para pemain luar biasa, cara kami bermain di saat-saat itu benar-benar bagus,” lanjutnya.

“Mereka benar-benar berkeinginan dan mungkin terlalu bersedia di saat-saat penting. Energi yang mereka mainkan dan kami membawanya ke tempat yang salah karena pada saat itu mereka dibiarkan terbuka,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini