Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

6 Faktor yang Memengaruhi Berat Badan Penderita Diabetes Tipe 2

Kezia Putri Sagita, Jurnalis · Jum'at 08 Januari 2021 16:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 08 620 2341212 6-faktor-yang-memengaruhi-berat-badan-penderita-diabetes-tipe-2-CHhydvQuqc.jpg Ilustrasi sakit diabetes. (Foto: Boldsky)

KELEBIHAN berat badan atau obesitas bisa meningkatkan risiko sakit diabetes. Sedangkan menurunkan berat badan melalui pola hidup sehat dapat membantu mengurangi peluang dalam masalah kesehatan, termasuk sakit diabetes tipe 2.

Seiring kadar gula darah yang lebih rendah dan lebih stabil, penurunan berat badan dapat memengaruhi aspek lain dari kesehatan Anda, seperti lipid dan tekanan darah.

Baca juga: Bau Urine Tak Sedap Bisa Jadi Tanda Diabetes Tipe 2 

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), orang yang menderita diabetes memiliki risiko dua kali lipat terkena penyakit jantung atau mengalami stroke dibandingkan mereka yang sehat.

Hal yang mungkin tidak disadari saat melakukan pengurangan kalori adalah merasa segala cara yang telah dilakukan adalah benar, tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Ilustrasi diabetes

Seseorang bisa saja melewati batas penurunan berat badan tanpa menyadarinya, hingga akhirnya berpengaruh pada kesehatan tubuh.

Dikutip dari laman Everyday Health, Jumat (8/1/2021), berikut ini enam faktor yang bisa memengaruhi berat badan bagi para penderita diabetes tipe 2.

Baca juga: Punya Risiko Tinggi Kena Diabetes Tipe 2? Konsumsi Raspberry Saja 

1. Tidak cukup tidur

Kurang tidur tidak hanya merusak resistensi insulin, tetapi juga dapat merusak hormon yang terkait dengan penambahan berat badan. Ketika Anda kurang tidur, tubuh akan menghasilkan lebih banyak ghrelin (hormon perangsang nafsu makan), dan lebih sedikit leptin (penekan nafsu makan). Demikian diungkapkan National Sleep Foundation.

Saat begadang pun orang cenderung makan atau ngemil lebih banyak dan cenderung memilih camilan yang manis, bertepung, serta asin berkalori tinggi.

2. Makan tidak teratur

Ini sangat umum terjadi pada orang yang baru didiagnosis dengan diabetes tipe 2. Mereka takut makan sesuatu yang akan memengaruhi gula darah. Menurut sebuah penelitian pada April 2018 di jurnal Eating Behaviors, kebiasaan makan yang tidak teratur ini justru dapat dikaitkan dengan penambahan berat badan.

3. Makan makanan sehat tapi berlebihan

Mengonsumsi makanan yang sehat memang baik, terutama bagi penderita diabetes. Tetapi, mengontrol porsi makanan sehat tersebut juga penting.

Menurut American Diabetes Association's Plate Method, Anda harus mengisi ½ piring makan dengan sayuran nonstarki, ¼ dengan protein tanpa lemak, dan ¼ dengan pati. Misalnya, Anda bisa mengisi piring dengan sepotong cod, brokoli dan paprika, dan quinoa.

Baca juga: Duh, Orang Bertubuh Pendek Lebih Berisiko Terkena Diabetes Tipe 2 

4. Teknik memasak yang tidak sehat

Protein tanpa lemak memang lebih baik untuk menurunkan berat badan dan telah direkomendasikan sebagai bagian dari cara diet diabetes tipe 2 yang sehat. Tetapi, cara penyajiannya penting diperhatikan. Hindari mentega dan margarin saat memasak dan ganti ke minyak goreng yang sehat, seperti minyak zaitun, kacang tanah, atau minyak safflower. Demikian saran American Diabetes Association (ADA).

5. Ngemil berlebihan

Mengemil sehat memang dianjurkan dalam diet diabetes, tetapi jika berlebihan dapat menyebabkan kalori ekstra dan penambahan berat badan.

Baca juga: Selain Gula, Ini 6 Penyebab Diabetes Lainnya yang Perlu Diketahui 

6. Makan makanan penutup

Mengelola diabetes dengan baik berarti mengontrol gula darah Anda dengan menyeimbangkan apa yang Anda makan dan minum dengan aktivitas fisik dan obat diabetes yang Anda minum. Ada cara tertentu yang dapat Anda lakukan dalam hal menyeimbangkan gula darah. Misalnya jika Anda menginginkan kue atau makanan manis lainnya sebagai pencuci mulut, pilih makanan yang bebas tepung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini