Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jam Operasional Dibatasi, KRL Layani 964 Perjalanan Per Hari Selama PPKM

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 11 Januari 2021 00:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 10 620 2342117 jam-operasional-dibatasi-krl-layani-964-perjalanan-per-hari-selama-ppkm-8pWGqfieCz.jpg Penumpang KRL (Okezone.com/Evi Yulianti)

KAI Commuter melanjutkan pembatasan jam operasional layanan KRL Commuter Line yakni, pukul 04.00-22.00 WIB setiap hari mulai Senin 11 Januari 2021, karena mulai diberlakukannya Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Pulau Jawa dan Bali.

“Dengan jam operasional ini, KAI Commuter tetap melayani pelanggan dengan 964 perjalanan KRL per harinya menggunakan 91 rangkaian KRL,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba dalam keterangan tertulis diterima Okezone, Minggu (10/1/2021).

Baca juga: PSBB Jawa-Bali, Catat Aturan Lengkap jika Traveler Mau Liburan Keliling Pulau Jawa

Dengan pembatasan jam operasional ini dan berbagai pengendalian mobilitas masyarakat pada masa libur Natal dan Tahun Baru 2021, jumlah pengguna KRL rata-rata mencapai 300.000 orang per hari. Sementara sebelumnya di masa PSBB Transisi volume pengguna KRL setiap hari kerja mencapai 400.000 orang.

Selain pembatasan jam operasional, berbagai protokol kesehatan di stasiun dan kereta tetap berjalan. Protokol ini termasuk pengukuran suhu tubuh, wajib menggunakan masker, mencuci tangan sebelum dan sesudah naik KRL, serta menjaga jarak.

“KAI Commuter mengingatkan para pengguna agar tetap mengikuti antrean penyekatan menuju ke peron yang ada di stasiun terutama pada jam-jam sibuk. Dalam mengantre, para pengguna hendaknya senantiasa menjaga jarak dan tidak lalai dalam memakai masker,” ujar Anne.

KAI Commuter juga masih memberlakukan aturan tambahan pada masa pandemi Covid-19, yaitu bagi lansia hanya dapat naik kereta pada pukul 10.00 WIB-14.00 WIB atau di luar jam sibuk. Sementara bagi balita tidak diperkenankan naik KRL.

Baca juga: Pembatasan Kegiatan Jawa-Bali, Tari Kecak Uluwatu Ditiadakan Sementara

Selain protokol kesehatan tersebut, upaya tambahan yang dilakukan KAI Commuter adalah membuka jendela pada area ujung setiap kereta untuk menambah sirkulasi udara selama dalam perjalanan KRL.

“Para pengguna juga kami himbau untuk berdiri dengan menghadap satu arah agar tidak saling berhadap-hadapan. Aturan untuk tidak berbicara baik secara langsung maupun melalui telepon selama perjalanan juga tetap berlaku,” kata Anne.

Menurutnya, ini merupakan upaya mencegah penyebaran Covid-19 melalui droplet yang keluar saat kita berbicara.

Para petugas KAI Commuter, lanjut dia, terus menjaga kebersihan rangkaian kereta dan stasiun. Seluruh rangkaian kereta setiap harinya dicuci dan disemprot cairan disinfektan usai beroperasi. Selama beroperasi, petugas juga rutin membersihkan bagian-bagian KRL maupun stasiun dengan cairan disinfektan.

“Pengguna KRL juga dapat memanfaatkan aplikasi KRL Access versi terbaru untuk merencanakan perjalanan serta terhindar dari potensi kepadatan di stasiun pada masa PPKM ini. Pengguna bisa mengatur waktu perjalanannya dengan melihat jadwal, posisi real time kereta dan kondisi antrean di stasiun melalui aplikasi KRL Access,” sebutnya.

“Pengguna juga dihimbau untuk mempersiapkan KMT, kartu uang elektonik bank, atau tiket kode QR dengan saldo yang cukup sehingga saat tiba di stasiun tidak perlu lagi mengantre.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini