Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Asal Mula Varian Delta dan Cara Rumah Sakit Menanganinya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 06 Agustus 2021 15:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 06 620 2451956 mengenal-asal-mula-varian-delta-dan-cara-rumah-sakit-menanganinya-fGtuLMhSsA.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

VIRUS Covid-19 menjadi salah satu hal yang paling ditakuti masyarakat saat ini. Terlebih setelah adanya mutasi virus di Tanah Air menjadi varian Delta dan Delta plus beberapa pekan lalu.

Alhasil tak sedikit masyarakat yang bertanya, bagaimana caranya virus Covid-19 berkembang biak dan mengapa saat ini terjadi banyak sekali mutasinya.

Merangkum dari laman Instagram resmi dr. Muhamad fajri Adda’i @dr.fajriaddai, Jumat (6/8/2021), Influencer Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19 ini membagikan beberapa penjelasan terkait dengan cara berkembang serta mutasi yang dilakukan oleh virus Covid-19.

“Virus Covid-19 merupakan objek yang sangat simple. Mereka hanyalah sebuah protein berisi RNA. Saat manusia tertular, virus Covid-19 akan menyisipkan RNA ke dalam sel manusia menggunakan spikenya. RNA atau ribonucleic acid merupakan kode genetik yang memberi intruksi virus untuk bekerja dan menduplikasi diri,” terang dr. Fajri dalam unggahannya.

Lebih lanjut, dr. Fajri mengatakan di dalam sel, RNA akan memanfaatkan berbagai komponen dalam sel manusia untuk membangun duplikasi virus. Lalu duplikat ini akan keluar dari tubuh manusia dan menularkannya ke manusia lain.

“Karena prosesnya masif dan cepat, pada penularan baru ada kemungkinan duplikasi yang dihasilkan mengalami error dan menghasilkan virus dengan kode RNA yang berbeda. Hasil duplikasi yang berebda ini yang saat ini kita sebut dengan varian. Varian yang dihasilkan ada banyak sekali, mayoritasnya masih memiliki sifat yang mirip seperti pendahulunya atau bahkan melemah,” lanjutnya.

Namun perlu diingat, mutasi juga memiliki kemungkinan untuk menghasilkan varian yang lebih berbahaya seperti varian Alpha, Beta, Gamma, dan Delta. Intinya, semakin banyak manusia yang tertular dan menularkan, maka akan semakin besar pula potensi virus untuk menghasilkan varian baru.

“Satu-satunya cara mencegah munculnya varian baru adalah dengan menghentikan penularan yaitu dengan melaksanakan protokol 5M dan mempercepat vaksinasi,” jelas dia.

Menurut dr. Fajri untuk mendiagnosis suatu penyakit, seorang dokter membutuhkan banyak sekali data yang diperoleh dari riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Jika semua data tersebut ditarik benar merah, makan akan mengerucut ke beberapa kemungkinan penyakit dan nantinya akan bisa ditarik kesimpulan diagnosis.

“Untuk mendiagnosis, dokter mengikuti pedoman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan pedoman tatalaksana Covid-19 yang sudah diterapkan,” kata dr. Fajri dalam unggahannya.

Dalam unggahan tersebut dr. Fajri pun menjelaskan mengapa akhir-akhir ini semua penyakit yang dikeluhkan pasien, dianggap Covid-19. Menurutnya ada beberapa alasan utama, diantaranya adalah:

1. Selama ada kecurigaan, dokter dapar menetapkan status pasien sebagai suspek atau probable Covid-19.

2. Perlakuan pasien ini akan sama seperti pada pasien konfirmasi, sambil melakukan pemeriksaan lainnya untuk memastikan diagnosis.

3. Perlakuan yang sama ini bertujuan untuk mengurangi potensi penyebaran ke orang lain, serta pemberian terapi karena Covid-19 dapat menyerang berbagai organ.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini