Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kelaparan atau Kehausan, Mana yang Lebih Berbahaya untuk Tubuh?

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 08 September 2021 13:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 08 620 2468068 kelaparan-atau-kehausan-mana-yang-lebih-berbahaya-untuk-tubuh-W2AP91eNC7.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

TUBUH manusia terdiri 70 persen dari cairan. Oleh karena itu, kebutuhan manusia akan air lebih penting ketimbang kebutuhan akan makanan.

Ketika kekurangan cairan, tubuh akan mengalami dehidrasi dan hanya bertahan 2-4 hari tanpa air. Sementara jika tidak mengonsumsi makanan, maka tubuh manusia dapat bertahan hidup berminggu-minggu.

Pendiri Health Media Experts, Andrea Paul, MD seperti dilansir dari Antara mengatakan berapa lama seseorang dapat bertahan hidup tanpa makanan tergantung pada berbagai faktor termasuk jenis kelamin, komposisi tubuh, makanan dan minuman yang dikonsumsi dan lingkungan sekitar.

Orang dengan cadangan lemak lebih banyak dapat bertahan lebih lama, karena tubuh dapat membakar lemak yang disimpan untuk bahan bakar pada saat kelaparan ekstrem. Terlebih lagi, bila dia memiliki akses ke air tetapi tidak memiliki makanan, maka mungkin dapat bertahan hingga dua bulan.

Minum

Secara umum, individu yang sehat dan kurus bisa mengalami kelaparan yang parah ketika kehilangan 18 persen dari berat badannya atau mencapai indeks massa tubuh (IMT) kurang dari 16,5 (sangat kurus).

Dari sisi jenis kelamin, wanita dapat menahan kelaparan lebih lama daripada pria dan bertahan pada IMT yang lebih rendah. Ini mungkin karena mereka secara alami memiliki persentase lemak tubuh yang lebih tinggi. Tubuh cenderung menggunakan lemak ketimbang otot sebagai energi selama kelaparan.

Ketika Anda kekurangan makanan, tubuh mengalami tahap kelaparan karena tak ada lagi kalori untuk fungsi organ. Menurut Paul, tubuh akan mencoba memecah jaringan dan menggunakan nutrisi yang tersimpan untuk mempertahankan kehidupan selama mungkin.

Caranya, dengan memanfaatkan glukosa apa pun yang tersisa. Dalam beberapa jam pertama, targetnya glukosa dalam darah Anda. Setelah itu, glikogen yang membutuhkan waktu sekitar 24 jam untuk habis.

Di sisi lain, tubuh harus melakukan ketosis, yang bisa membuat berat badan turun secara signifikan dan menyebabkan Anda mengalami gejala awal kelaparan seperti pusing dan kelelahan.

Tubuh Anda dapat menghabiskan waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu untuk menghabiskan simpanan lemak, tergantung pada seberapa banyak yang ada. Tapi begitu lemak hilang, satu-satunya yang tersisa untuk dibakar tubuh Anda adalah protein di dalam otot Anda, termasuk otot jantung Anda. Akibatnya, risiko serangan jantung bisa meningkat.

Setelah tubuh Anda mulai membakar protein, kesehatan Anda menurun dengan sangat cepat menyebabkan berbagai masalah seperti osteoporosis, penyakit kardiovaskular, gagal organ yang bila tidak segera diobati bisa berakibat fatal.

Sementara bila tubuh kekurangan air, maka tak ada mekanisme serupa Anda memecah jaringan untuk menggantikan bahan bakar dari makanan. Dalam beberapa jam setelah tidak minum, Anda dapat mulai mengalami gejala dehidrasi termasuk haus, kulit kering, pusing yang seiring waktu bisa berkembang menjadi kebingungan, kegagalan organ.

Ali mengingatkan, dehidrasi dapat berujung secara cepat terutama saat kondisi cuaca panas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini