Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pertahankan Surplus Neraca Dagang, RI Buka Pasar Baru

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Kamis 16 September 2021 10:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 620 2472198 pertahankan-surplus-neraca-dagang-ri-buka-pasar-baru-H4JaJv8i7d.jpg Neraca Dagang Surplus (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan mempersiapkan pembukaan pasar baru untuk mempertahankan surplus neraca perdagangan Indonesia. Tercatat, neraca perdagangan Indonesia surplus USD4,74 miliar pada Agustus 2021 dan mencetak rekor tertinggi.

"Ini Kementerian Perdagangan sedang melakukan pembukaan pasar-pasar baru jadi tak hanya Amerika,China, Jepang atau Eropa tapi Afrika, Timur Tengah, Eropa tengan dan Amerika latin demi mempertahankan surplus neraca dagang di Indonesia," kata Ketua Umum Bidang Perdagangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Benny Soetrisno dalam program Market Review IDX Channel, Jakarta. Kamis (16/9/2021)

Baca Juga: Ekspor Indonesia Tertinggi Sepanjang Sejarah, Menko Airlangga: Indikasi Pemulihan Ekonomi

Dirinya menyampaikan neraca yang surplus USD4,74 miliar di tengah pandemi Covd-19 menjadi kabar baik dan tolak ukur ke depan pemerintah untuk lebih giat melakukan ekspansi dan perbaikan di berbagai komoditasnya.

"Sebenernya Kementerian Perdagangan sudah memiliki visi atau program hilirisasi dari sumber daya alam kita, sehingga ekspor komoditas bisa digantikan dengan ekspor komoditas yang sudah diolah artinya ada proses industrialisasi dan ini bakal mengundang investor dari luar untuk mengolah SDA yang ada," katanya.

Menurutnya, sebelumya Indonesia telah memaksimalkan ekspor komoditas nikel yang berbentuk tanah sekarang berupa barang yang sudah jadi.

"Nah ini yang harus kita bentuk, dan juga sudah proses, alumina juga bahan baku Alumunium yang masih banyak yang harus ditekuni. Untuk industri aki juga harus di support yang berbahan listrik dan itu juga bagian dari sebuah proses," katanya.

Artinya dengan mengendalikan berbagai komoditas untuk jangka menengah dan jangka panjang yang kondisinya kurang baik untuk ditingkatkan lagi dari berbagai sektor dan negara tidak bisa mengandalkan ekspor komoditas.

"Saya kira komoditas makin hari makin habis misalkan tambang kan volume tambang ya alam. kita tinggal kalau melalui hilirisasi ada nilai tambah dan banyak. dengan tujuan pembukaan lapangan pekerjaan sehingga aktivitas ekonomi jalan dan punya jaminan kehidupannya yang lebih baik," katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini