Kumpulan Berita
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan kembali mencatatkan defisit sebesar USD450 juta pada Juni 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor sepanjang Januari hingga Juni 2026 sebesar USD137,24 miliar. Angka ini naik sebesar 18,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia di Juni 2026 mencapai USD25,46 miliar.
Banjirnya bahan baku plastik impor asal China yang diduga dumping mulai menekan industri petrokimia nasional. Pabrik mengurangi jam kerja.
Kondisi ini sekaligus menjadi defisit perdana setelah mencatat surplus selama 72 bulan berturut-turut.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan melakukan impor beras konsumsi karena stok beras nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan melimpah.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menetapkan bea masuk antidumping (BMAD) atas impor kertas karton dupleks dari Korea Selatan, Malaysia dan Taiwan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus USD89,1 juta pada April 2026. Indonesia mengalami surplus neraca dagang selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.