Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perdana, Kopi Subang Diekspor ke Arab Saudi

Antara, Jurnalis · Sabtu 18 September 2021 10:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 18 620 2473257 perdana-kopi-subang-diekspor-ke-arab-saudi-Io9BBwuKk8.jpg Ekspor kopi ke Arab Saudi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Desa Devisa Kopi Subang melakukan ekspor perdana sebanyak 18 ton Kopi Arabika ke Arab Saudi. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank meyakini Desa Devisa dapat melakukan ekspor berkelanjutan.

"Sejak awal kami optimis dengan potensi Subang dengan komoditas kopinya, dikombinasikan dengan pelatihan yang kami berikan kepada para petani. Kolaborasi yang baik antara LPEI, Pemerintah Kabupaten Subang, koperasi, serta seluruh pihak lain yang terlibat merupakan faktor penting dalam keberhasilan ini," kata Direktur Eksekutif LPEI D James Rompas dilansir dari Antara, Sabtu (18/9/2021).

Baca Juga: Mendag soal Surplus Necara Perdagangan Tertinggi dalam 16 Bulan

Oleh karena itu, lanjut James, pihaknya tidak akan berhenti sampai di situ. Sebab dengan kerja sama yang baik, menurutnya, Desa Devisa Subang tentu akan bisa melakukan ekspor secara kontinyu dan berkontribusi bagi pendapatan negara.

Baca Juga: Pembangunan Infrastruktur dan Teknologi Dorong Ekspor RI

Desa Devisa merupakan program LPEI dalam mengembangkan komoditas dan kapasitas masyarakat pada suatu wilayah. Koperasi Gunung Luhur Berkah (GLB) merupakan Desa Devisa ketiga binaan LPEI secara keseluruhan akan melakukan pengiriman sejumlah 150 ton, yang dilakukan secara bertahap. Pengiriman pertama dilaksanakan pada 19 September 2021 sebanyak satu kontainer setara 18 ton dengan nilai ekspor USD148.320 atau setara Rp2,1 miliar.

"Kami sangat bahagia karena karena pada akhirnya kami berhasil melakukan ekspor perdana ke Arab Saudi. Berkat pelatihan dan pendampingan yang diberikan oleh LPEI dan tentunya kerja keras para petani, kami dapat memenuhi permintaan dari Arab Saudi. Kami berharap ini hanya awal dari ekspor-ekspor yang berikutnya,” ujar Ketua Koperasi GLB Miftahudin Shaf.

Sebelum Subang, LPEI telah berhasil membentuk Desa Devisa Kakao di Jembrana, Bali dengan komoditas unggulan biji kakao fermentasi dan Desa Devisa kerajinan Bantul, Yogyakarta, dengan produk kerajinan ramah lingkungan.

Program tersebut diharapkan dapat diterapkan di sejumlah daerah lainnya sehingga memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat setempat.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini