Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Meresahkan, Pinjol Ilegal Incar Perempuan di Indonesia

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 08 Oktober 2021 09:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 08 620 2483100 meresahkan-pinjol-ilegal-incar-perempuan-di-indonesia-VK4Qf2Vihl.jpg Pinjaman Online Ilegal Meresahkan Masyarakat. (Foto: Okezone.com/Unsplash)

JAKARTA - Pinjaman online kini meresahkan masyarakat, terlihat dari banyaknya kasus pengaduan. Koalisi Perempuan Indonesia pun buka suara karena pinjol banyak menyasar para perempuan di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia Mike Verawati menilai sebenarnya platform peminjaman online merupakan sebuah peluang untuk memberikan kemudahan peminjaman. Namun, pinjol dinilai belum menemukan skema yang tepat guna membantu masyarakat. Bahkan rata-rata kelompok yang disasar pinjol adalah perempuan.

Baca Juga: SMS Pinjaman Online Berseliweran, UU Perlindungan Data Harus Ada

Peminjam juga kerap tidak membaca syarat pinjaman yang berujung kepada permasalahan yang melibatkan perempuan. Alih-alih membantu perekonomian, pinjol justru membawa perempuan masuk ke persoalan konsumerisme.

"Kalau kita lihat pola-pola pinjol itu selalu menawarkan barang-barang rumah tangga, atau hadiah tertentu voucher yang sebenarnya itu tidak ada urusannya bagaimana penguatan ekonomi perempuan. Ini yang harus dilihat sama OJK dalam hal ini. Terutama menyasar pada pinjol-pinjol ilegal,“ ujar Mike, Jumat (8/10/2021).

Baca Juga: 20 Daftar Pinjaman Online Bunga Rendah

Mike menilai masyakarat khususnya perempuan harus jauh lebih waspada terhadap informasi atau tahapan yang ditawarkan pinjaman online. Apalagi harus memberikan data pribadi bahkan nomor HP keluarga peminjam.

Menurut Mike pendekatan pemahaman digital harus dilakukan secara menyeluruh bahkan kepedesaan dan tidak berbasis di kota saja.

Ancaman kekerasan online terhadap perempuan belakangan semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan data safenet, kekerasan online terhadap perempuan trennya terus meningkat.

Sementara itu, Seorang Ibu Rumah Tangga Sakdiyah Ma'ruf dan pekerja kreatif menilai, ada sejumlah persoalan yang terjadi dalam kasus kekerasan online terhadap perempuan akibat pinjol. Dari sisi pemerintah, akses pendanaan dan permodalan harus menjadi perhatian. Mulai dari kebutuhan rumah tangga sampai menyelamatkan UMKM.

"Kemudian hal yang paling mendasar kalau kita berbicara soal keuangan, bagaimana literasi keuangan keluarga. Bagaimana kita semua suami dan istri atau single mother yang kesulitan pendanaan atau permodalan karen statusnya, itu juga tanggung jawab negara. Terus bagaimana keterbukaan dalam keluarga, apa sih hutang konsumtif, hutang produktif yang digunakan untuk barang barang konsumsi atau yang digunakan memang kebutuhan mendasar perumahan atau permodalan usaha,” ujar Sakdiyah Ma'ruf.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini