Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

DPR: Kaderisasi sebagai Ujung Tombak Hadapi Era Industri 4.0

MNC Portal, Jurnalis · Minggu 10 Oktober 2021 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 10 620 2484064 dpr-kaderisasi-sebagai-ujung-tombak-hadapi-era-industri-4-0-LE0xXBDHHP.jpg Anggota DPR sebut kaderisasi sebagai ujung tombak/ist

JAKARTA - Anggota DPR RI dari Fraksi PAN Haerudin Amin menegaskan, kader-kader Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) di era baru ini harus mampu mengikuti perkembangan zaman yang semakin modern, terlebih dalam menghadapi era industri 4.0.

(Baca juga: Umrah Jamaah Indonesia Dibuka, DPR: Syaratnya Segera Publikasikan ke Masyarakat)

"Kader GPII saat ini mungkin saja 10 tahun kedepan ada yang menjadi anggota DPR, jadi Menteri bahkan jadi Presiden RI. Bisa saja karena sesuai tagline besar GPII adalah 'Takdir Kami Memimpin Negara'. Kader harus siap jika sewaktu-waktu ibu pertiwi memanggil,"ujar Haerudin, saat perayaan milad GPII di Jakarta.

(Baca juga: Krisdayanti Bongkar Gaji Anggota DPR, Ini Rinciannya)

Mantan Ketua Umum GPII ini menegaskan, usia 76 tahun GPII ini hampir sama dengan usia Republik Indonesia selisih 2 bulan kurang jadi kontribusi bagi republik sudah lumayan yang paling fenomenal dan dikenang sejarah adalah Mosi Integral M. Natsir pendiri GPII yang saat itu menjadi Perdana Menteri yang menyatukan kembali NKRI dari federalisme. Selain itu ada juga mantan ketua umum GPII Burhanudin Harahap yang menjadi Perdana Menteri di awal kemerdekaan.

"Jadi kita bukan omong kosong atau berkhayal soal tagline GPII 'Takdir Kami Memimpin Negara' itu', tapi perlu diingat pesan saya kepada ketua umum dan Sekjen GPII beserta jajarannya jika ingin tetap eksis peran sejarahnya dan ingin mewujudkan tagline-nya tadi maka maka satu satunya jalan adalah perkuat dan fokus pada kaderisasi sebagai ujung tombak," tutup Haerudin.

Masri Ikoni, Ketua Umum PP GPII menambahkan, di Milad yang ke 76 tahun ini GPII mempertegas posisinya sebagai organisasi perjuangan yang hadir sebagai penengah, memberikan resolusi konflik dari berbagai konflik sosial yang saat ini terjadi.

Menurut Masri, GPII mengambil jarak yang sama antara semua kekuatan politik yang hari ini. GPII akan mengambil peran sebagai organisasi kader dan organisasi perjuangan yang fokus mencetak kader-kader ummat dan kader bangsa menghadapi revolusi industri 4.0 dimana era industri baru dengan penguasaan teknologi informasi. Kami mencoba fokus pada kaderisasi sebagai basis menghadapi era perubahan yang cepat ini.

"Nah tantangan zaman seperti ini harus mampu di jawab oleh GPII. Jika zaman awal berdirinya GPII setting sejarahnya adalah perlawanan pada penjajah secara fisik maka di zaman baru ini kader - kader GPII harus mampu membangun 'resource' untuk memperkuat basis-basis ekonomi umat sekaligus menguasai teknologi informasi,”ujarnya.

“Ini penting karena zaman telah berubah dan kader harus siap. Akan tetapi sebagai organiasi perjuangan kader GPII juga harus siap memimpin jika di butuhkan kontribusinya oleh negara. Jangan khawatir kita memiliki sejarah panjang di republik ini bukan anak kemarin sore", tegas Masri.

Seperti diketahui GPII didirikan pada 2 Oktober 1945 oleh beberapa tokoh pemuda antara lain M. Natsir (mantan perdana menteri) KH Wahid Hasjim (mantan menteri agama) dan Anwar Tjokroaminoto (Putra HOS Tjokroaminoto) dengan dua tujuan utama yaitu ikut mempertahankan kemerdekaan dan mensyiarkan Islam sebagai sebuah nilai dalam kehidupan berbangsa.

Hadir juga dalam acara resepsi Milad tersebut perwakilan Mabes Polri Brigjen Pol Arif Rahman, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Ajbar Abdul Qadir, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Haerudin Amin, para mantan Ketua Umum GPII seperti Toha Al Mansur, Rahmat Kardi dan Karman BM dan ratusan kader GPII se-Jabodetabek.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini