Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Atasi Kelangkaan Solar Subsidi, Pertamina Bakal Dapat Kuota Tambahan?

Ahmad Hudayanto, Jurnalis · Senin 18 Oktober 2021 19:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 18 620 2488237 atasi-kelangkaan-solar-subsidi-pertamina-bakal-dapat-kuota-tambahan-NDMw4P6Q0A.jpg Kuota Solar Subsidi Bakal Ditambah? (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah perlu gerak cepat untuk mengatasi kelangkaan BBM jenis solar subsidi di beberapa wilayah Indonesia, khususnya di Pulau Sumatera.

"Menghadapi kelangkaan solar saat ini maka pemerintah dan BPH Migas harus segera menambah pasokan dengan cepat. Selanjutnya segera menambah kuota solar bersubsidi melalui keputusan yang cepat," kata Peneliti AEPI Salamuddin Daeng di Jakarta, Senin (18/10/2021).

Baca Juga: Krisis BBM, 5 Ribu Truk Kesulitan Cari Solar

Dia menambahkan, setelah adanya kuota tambahan, maka menugaskan Pertamina untuk segera merintahkan Pertamina Patra Niaga agar segera menambah pasokan solar subsidi ke seluruh Tanah Air.

Menurut dia, kelangkaan solar terjadi karena kesalahan BPH migas dalam menetapkan kuota solar bersubsidi. "Mungkin karena terganggu oleh perubahan status pandemi covid 19, atau bisa juga karena ketidakmampuan membaca pergerakan ekonomi," katanya.

Dia menjelaskan, penetapan kuota yang kurang dari kebutuhan mengakibatkan jumlah yang dianggarkan pemerintah bagi pengadaan solar kurang dari kebutuhan.

Sementara tambahan kuota tidak bisa dilakukan oleh pelaku bisnis yakni Patra Niaga dan jaringan bisnis bbm mereka. Tambahan kuota hanya bisa dilakukan oleh pemerintah dan nanti nilai subsidinya disetujui DPR.

"Dalam alur distribusi BBM solar yang demikian kompleks, maka penentu utama solar subsidi dalam keadaan cukup, langka atau berkelebihan, adalah tergantung BPH Migas," katanya.

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) melakukan penindakan kepada 91 lembaga penyalur atau stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di seluruh Indonesia, karena melakukan penyaluran solar subsidi tidak sesuai regulasi yang ditetapkan.

Pjs Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), Irto Ginting menjelaskan penindakan ini adalah bukti komitmen Pertamina untuk menjaga amanah Pemerintah dalam menyalurkan solar subsidi secara tepat sasaran.

"Alasan penindakannya beragam, yang tidak sesuai dengan regulasi Perpres 191/2014, di antaranya pengisian solar subsidi dengan jeriken tanpa surat rekomendasi, pengisian ke kendaraan modifikasi, penyelewengan pencatatan/administrasi, dan melayani pengisian di atas 200 liter," katanya melalui siaran pers.

Dia menjelaskan, sanksi diberikan untuk memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan dengan baik.

SPBU yang ditindak, di antaranya delapan SPBU di Regional Sumatera Bagian Utara, 12 SPBU di Regeional Sumatera Bagian Selatan, 14 SBPU di Regional Jawa Bagian Barat, 26 SPBU di Regional Jawa Bagian Tengah, enam SPBU di Regional Jawa Timur, Bali & Nusa Tenggara, 12 SPBU di Regional Kalimantan, enam SPBU di Regional Sulawesi, dan tujuh SPBU di Regional Papua Maluku.

"Sebanyak 91 SPBU yang ditindak ini merupakan SPBU yang sudah terbukti melakukan pelanggaran sampai dengan Oktober 2021," terangnya.

Saat ini tindakan yang diambil adalah penghentian pasokan atau penutupan sementara SPBU serta penagihan selisih harga jual solar subsidi sesuai harga keekonomiannya.

Pertamina akan terus memonitor dan berkoordinasi dengan aparat serta seluruh stakeholder dalam melakukan pemantauan di lapangan.

"Kami tidak ragu-ragu memberikan sanksi tegas kepada SPBU yang nakal,” tambah Irto.

Untuk memastikan penyaluran, Pertamina juga melakukan pemantauan secara real time Informasi terkait stok dan proses melalui sistem digitalisasi di Pertamina Integrated Command Centre (PICC).

Masyarakat yang memiliki informasi dan melihat adanya indikasi penyelewengan penyaluran solar subsidi juga dapat langsung melaporkannya ke aparat yang berwenang serta ke Pertamina Call Center (PCC) 135.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari masyarakat, media, dan seluruh stakeholder. Ini adalah bentuk sinergi yang baik, dan bersama-sama kita dapat mewujudkan penyaluran Solar Subsidi yang tepat sasaran,” terang Irto.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini